Di Mimbar Gereja Katolik Penjabat Gubernur Bali Bilang Ini, Sebelum Membuka Sinode V Keuskupan Denpasar

0
285
NTTSATU.COM — NUSA DUA —   Penjabat (Pj) Gubenur Bali, Sang Made  Mahendra Jaya membuka Sinode V Keuskupan Denpasar di Gereja Katolik Maria Bunda Segala Bangsa  (MBSB) Kawasan Puja Mandala, Nusa Dua, Senin (27/11/2023) malam. 

Mantan Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Dir Reskrim) Polda Bali ini mengaku dirinya tidak asing dengan gereja sebab sejak kecil sudah berada di komunitas yang akrab dengan gereja.

“Saya SD di Naikoten Kupang, SMPN 2 Kupang. Setelah saya tamat Akpol, tugas  pertama jadi Kapolsek di Kupang. Dapat jodoh juga di Kupang,”cerita Sang Made Mahendra disambut tawa dan tepuk tangan umat.

Bahkan pernah membaca puisi Natal pada Malam Natal. “Bagi saya,gereja tidak asing. Karena saya pernah membaca puisi pada Natal saat Malam Kudus di Kupang. Sehingga saya sangat gembira sekali dan merasa terhormat diundang membuka Sidang Raya umat Katolik ini. Dan pada kesempatan ini juga saya dapat bertemu dengan Yang Mulia Bapak Uskup dan para Romo,” kata Sang Made Mahendra disambut tepuk tangan lagi oleh umat.

Jenderal purnawirawan dengan bintang dua di pundak  ini pun menceritakan tentang masa kecil hingga remaja yang ia habiskan di Kota Kupang, Ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sang Made Mahendra tamat pendidikan SD dan SMP di Kupang. Bahkan bertemu pendamping hidup juga di Kupang. Bahkan setelah tamat pendidikan kepolisian Akpol tahun 1989 ditugaskan di Kupang.

“Ini rencana Tuhan. Saya SD dan SMP di Kupang. Bahkan, setelah jadi polisi saya ditugaskan pertama kali sebagai Kapolsek di Kupang, sampai dapat jodoh pun di Kupang,” ujarnya sambil tertawa.

Pada kesempatan tersebut, Sang Made Mahendra juga menitip pesan sekaligus harapan untuk para tokoh agama termasuk para imam Katolik agar menjadi cooling system di tengah situasi politik yang tensinya mulai naik jelang Pemilu 2024.

Penjabat Gubernur Bali menambahkan, pemilu merupakan pesta demokrasi, pesta seluruh rakyat. “Oleh sebab itu, pesta ini harus dirayakan dengan gembira dan perbedaan politik itu sesuatu yang lumrah,” ujarnya.

Sehingga diharapkan perlunya semua komponen masyarakat menjaga kedamaian di tahun politik ini dan peran tokoh agama sangat penting menciptakan suasana tetap dingin.

“Mulai besok tanggal 28 November (hari ini – red), sudah masuk kampanye. Kami harap romo dan bapak-bapak serta para tokoh agama lain dapat menjadi cooling system atau pendingin suasana yang membawa kesejukan dan kedamaian di tengah hangatnya suasana di tahun politik ini. Agar Pemilu 2024 dapat dilalui dengan gembira dan penuh kedamaian,” kata Made Mahendra.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada pihak panitia dan gereja yang ikut serta dalam menjaga dan melestarikan budaya Bali.Hal itu disampaikan lantaran kedatangannya disambut dengan tarian khas Bali. “Tadi saya datang, saya disambut dengan tarian khas Bali oleh gadis-gadis cantik. Terimakasih sudah ikut menjaga dan melestarikan budaya,” katanya. 

Setelah memberi sambutan Penjabat Gubernur Bali didampingi Uskup Denpasar, Vikjen dan Ketua Panitia memukul gong menandai Pembukaan Sinode V Keuskupan Denpasar.

Uskup Denpasar, Mgr Dr. Silvester San, Pr menyampaikan terimakasih kepada Penjabat Gubernur Bali, Sang Made Mahendra  Jaya yang telah hadir dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata berkesempatan hadir.

“Kehadiran Bapak Penjabat Gubernur Bali dan Bapak Kesbangpol merupakan dukungan yang luar biasa kepada umat Katolik di Keuskupan Denpasar. Kami  merupakan kawanan kecil tetapi memberikan kontribusi yang positif,” ujarnya. (*/nttsatu)

Komentar ANDA?