Di Nagekeo, Sembilan Orang Non Reaktif Hanya Satu Orang Reaktif

0
858

NTTsatu.com — NAGEKEO — Salah seorang warga Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT, baru dinyatakan reaktif dari hasil rapid test yang dilakukan para Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di wilayah Kabupaten Nagekeo.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do, dalam jumpa pers bersama dengan para awak media di aula lantai II Kantor Bupati Nagekeo, Rabu (29/4) yang merupakan tempat media center mengatakan, salah seorang warga yang baru dinyatakan reaktif ini setelah dilakukan rapid test oleh para medis di Rumah Sakit Aeramo pada hari Selasa (28/4).

Bupati Don menjelaskan, satu orang warga ini merupakan sepuluh (10) orang yang kemarin baru berstatus OTG. Ke 10 orang siswa ini ditetapkan menjadi OTG dikarenakan memiliki
riwayat kontak langsung dengan orang yang terpapar Covid-19 dalam sebuah komunitas pesantren di Temboro Magetan, Jawa Timur.

Dari 10 orang mahasiswa yang berasal dari pesantren Temboro tersebut, Bupati Don menyampaikan telah dilakukan rapid test. Untuk 7 orang dilakukan rapid test di Rumah Sakit Aeramo dan 3 orang lainnya dilakukan rapid test di Puskesmas Kaburea, Kecamatan Wolowae. Namun dari hasil rapid test tersebut 9 orang dinyatakan non reaktif sedangkan satu orang dinyatakan reaktif.

Untuk yang tujuh (7) orang ini, lanjut Bupati Don, telah dilakukan karantina di Puskesmas Danga, namun salah satu dari 7 orang yang dinyatakan reaktif, maka harus menempati ruangan tersendiri dalam arti isolasi karena hasil rapid testnya reaktif semuanya dilakukan melalui protap yang ada.

“Hari ini saya menggelar jumpa pers bersama awak media untuk menjelaskan bahwa di Nagekeo baru satu orang dinyatakan reaktif belum dikategorikan positif Covid-19 oleh karena itu saya mengajak para awak media untuk bisa memberitakan secara baik dan menghimbau masyarakat Nagekeo agar tidak panik karena satu orang ini baru reaktif hasil rapid test belum positif Covid-19,” ungkapnya.

Foto: Tampak Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do saat menggelar jumpa pers bersama awak media di aula lantai II Kantor Bupati Nagekeo

Bupati Don yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Nagekeo, mengatakan, salah satu pasien yang dinyatakan reaktif tersebut saat ini telah mengambil sampel untuk dilakukan pemeriksaan swab agar mendeteksi pasien tersebut positif Covid-19 atau negatif Covid-19.

“Jadi hasil positif atau tidak itu tergantung hasil pemeriksaan swab. Semua ini akan kita tangani sesuai protap Covid-19 dan kita berharap pada tanggal 2 Mei mendatang ada kapal feri yang dari Aimere-Kupang untuk kita kirim spesimen ke Provinsi NTT,” tandasnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Nagekeo ini juga berharap seluruh warga Nagekeo jangan panik. Tetap ikuti arahan Pemerintah agar bisa mengantisipasi Covid-19 ini secara baik. Dan Warga Nagekeo baik yang berada di Kota maupun di desa-desa harus terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak pemerintah desa baik itu dusun, RT/RW apabila ada orang baru yang masuk ke wilayah masing -masing harus segera dilakukan pendataan secara baik .

” Saya minta dan mengajak masyarakat Nagekeo harus jujur dan terbuka jika ada keluarga kita yang baru datang segera berkoordinasi,”pintanya.  (atty).

=========

Foto: Tampak Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do saat menggelar jumpa pers bersama awak media di aula lantai II Kantor Bupati Nagekeo

Komentar ANDA?