Diduga Hina Wartawan, Walikota Kupang Diadukan ke Polisi

0
337
Foto: Pimpinan Redaksi Harian Victory News, Stevy Johanes ketika memberikan keterangan kepada wartawan usai melaporkan dugaan penghinaan yang dilakkan walikota Kupang, Jeriko kepada wartawannya

NTTsatu.com – KUPANG – Arogansi walikota Kupang, Jefirstson R. Riwu Kore mulai terkuak. Dia resmi dilaporkan ke Kepolisian Resor Kupang Kota atas dugaan penghinaan terhadap wartawan Victory News, Leksi Salukh sekaligus penghinaan terhadap profesi wartawan.

Leksi Salukh didampingi pemipin redaksi Harian Victory News, Stevy Johanes, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisaian Terpadu (SPKT) Polres Kupang Kota, Sabtu (24/3/2018). Mereka melaporkan insiden yang dialaminya dari wali kota Kupang yang akrab disapa  Jeriko itu.

Usai membuat laporan polisi, dengan nomor : LP/B/238/III/2018/SPKT RESORT Kupang Kota, Leksi mengatakan sangat menyayangkan sikap Wali Kota Kupang yang dinilai arogan sekali dalam memperlakukan dirinya sebagai pekerja pers.

“Kejadiannya berawal ketika saya mengkonfirmasi pak Wali tentang kunjungannya ke Amerika, namun beliau tidak memberikan informasi yang saya tanyakan,” jelas Leksi.

Keesokan harinya, terbit berita di koran VN bertajuk “Jefri Enggan Jelaskan kepergiaanya ke Amerika”. Membaca berita tersebut Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore menjadi berang dan menyerang wartawan VN dengan bahasa yang tidak santun melalui sambungan telepon.

“Sapa yang suru lu tulis begini, lu jang cari hal sama saya”, ujar Leksi menirukan percakapan Wali Kota Kupang,  didampingi Stevy Johanes (Pemred VN) saat memberi keterangan pers usai membuat laporan polisi

Mendengar pernyataan tersebut, Leksi kemudian menimpali dengan kalimat yang sopan dan berusaha menjelaskan bahwa sebelum menulis berita tersebut Ia sudah berusaha melakukan upaya konfirmasi dan tidak punya tendensi apa-apa.

Namun menurut Leksi, penjelasan tersebut semakin membuat Wali Kota naik pitam dan akhirnya mengeluarkan kata – kata yang tidak sepantasnya diucapkan seorang pejabat publik.

“Lu jang cari hal sama saya, lu awas e, lu jang cari hal sama saya monyet, lu anjing saya bilang”, kembali leksi menirukan kalimat Ucapan Sang walikota itu.

Dikatakan Leksi, umpatan tersebut tidak hanya sekali tetapi dilontarkan berulang kali sebelum menutup sambungan telepon milik nya.

Merasa terancam dan dilecehkan Leksi didampingi pemred VN, dan puluhan wartawan media elektronik, cetak dan online, mendatangi Polres Kupang Kota untuk mengadukan persoalan tersebut.

Stevy Johanes, kepada awak media menjelaskan bahwa pihaknya melaporkan walikota kupang, Jefri Riwu Kore atas penghinaan terhadap wartawannya.

“Saya kira polisi harus bertindak agar tidak mengganggu tugas – tugas jurnalis”, tegas Stevy Pemred Viktori News ini.

Dia berharap, laporan  ini segera disikapi Polisi sehingga semuanya menjadi terang benderang. (*/bp)

Komentar ANDA?