Diduga Tanpa Dokumen Ayam Dari Bajawa Masuk Tengah Malam di Kota Ruteng

0
910
Foto: Ilustrasi ayam potong

NTTsatu.com – RUTENG – Diduga kuat, sekelompok orang membawa ayam potong tanpa dokumen dari Bajawa, Kabupaten Ngada ke Ruteng Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. Modusnya, mereka mengangkut menggunakan mobil pick up dan masuk tengah malam di Ruteng sehingga lolos dari pantauan Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai.

Berdasarkan pantauan NTTsatu.com pada Kamis, 7 September 2017 sekitar pukul 02.00 dini hari saat pulang dari pesta pernikahan keluarga di kampung Nggori Desa Bangka Jong kecamatan Wae Rii persis  di gapura  masuk kota Ruteng, dua mobil pick up warna hitam dan putih dengan muatan ratusan ayam pedaging melaju dengan kecepatan tinggi.

Kedua mobil itu sempat dikejar untuk diwawancarai namun hingga pertigaan jalan menuju terminal lama  Carep, kedua mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi itu tidak bisa terkejar. Demikian juga upaya untuk mendapatkan nomo polisi kedua kendaraan itu juga sulit.

Informasi yang dihimpun NTTsatu.com menyebutkan, beberapa waktu lalu Dinas Peternakan Manggarai menangkap satu mobil pick up pengangkut 250 ekor ayam potong dari Kecamatan Boawae, Kabupaten Nagekeo, yang masuk ke Kota Ruteng tanpa mengantongi dokumen resmi. Ayam potong tersebut langsung dimusnahkan petugas di samping Kantor Disnak Manggarai.

Sementara itu pantauan NTTsatu.com baru-baru ini harga Ayam pedaging di pasar Inpres Ruteng kembali turun dari harga Rp 70.000 untuk ayam pedaging ukuran besar menjadi Rp 50.000/ekor.

Informasi lain yang dihimpun juga menyebutkan bahwa  ayam Pedaging dari ibu kota Kabupaten Ngada itu harganya lebih murah karena  bermitra langsung dengan perusahan besar ayam pedaging yang menyiapkan bibit, pakan, obat-obatan, termasuk tempat minum dan tempat makan ayam di dalam kandang. (mus)

Komentar ANDA?