Dinkes Kota Kupang Sosialisasikan IMS

0
278
????????????????????????????????????

KUPANG. NTTsatu.com – Guna mengatasi penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) dengan resiko yang lebih besar terinfeksi HIV  di Kota Kupang, maka Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan Kota Kupang terus meningkatkan sosialisasi bagi masyarakat di setiap pelayanan kesehatan yang ada di Kota ini.

Sosialisasi ini sudah menjadi program wajib tiap bulan yang dilakukan oleh Dinkes. Sesuai data distribusi kasus IMS tahun 2014 yakni Pasir Panjang 598 kasus, Bakunase 309 kasus, Kupang Kota 34 kasus, Alak 618 kasus, Oebobo 419 kasus, Sikumana 27 kasus, Oesapa 232 kasus, Penfui 180 kasus, dan Oepoi 100 kasus serta Naioni 42 kasus.

Demikian kata Kepala Puskesmas Bakunase, dr Maria Ivonny Ray saat membawa materi  mewakili Dinkes pada   kegiatan Orientasi Warga Peduli AIDS (WPA) yan digelar KPA Kota Kupang,  di aula Rujab Wakil walikota, Selasa (25/8/2015).

“IMS penularan utamanya terjadi melalui hubungan seksual yakni dengan gejala keluarnya cairan, luka pada alat kelamin, pembengkak dan daging tumbuh. Orang yang berisiko terkena IMS adalah mereka yang berganti-ganti pasangan seksual tanpa mempratekkan seks yang aman,” katanya.

Ivonny Ray menambahkan, gejala IMS tidak hanya terjadi pada kaum pria tetapi juga gejala IMS pada perempuan yakni, keputihan yang tidak normal, rasa sakit saat berhubungan seks, gata-gatal yang terus menerus disekitar alat kelamin, rasa sakit pada perut bagian bawah yang tidak biasanya terjadi dan timbul luka, koreng, bisul atau daging tumbuh sekitar alat kelamin.

Bekaitan kasus seperti ini Dinkes terus tingkatkan sosialisasi kepada masyarakat baik lewat KPA,Posyandu,Puskesmas serta alat sosialisasi lain berupa  brosur serta pamflet-pamfelt,guna masyarakat untuk bisa mendekat diri mereka pada pelayanan kesehatan dengan melakukan pemeriksaan.(rif/bp)

=====

Foto : dr Maria Ivonny Ray

Komentar ANDA?