Dirjen SDA PUPR: Manfaatkan Bendungan Rotiklot Dengan Baik

0
463
Foto: Dirjen SDM PUPR bersama Wagub NTT, Wabup Belu dan beberapa pejabat lainnya foto bersama pada usai acara pengisian air Bendungan Rotiklot, Kamis, 13 Desember 2018

 

NTTsatu.com – ATAMBUA – Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR,  Hary Suprayoga Dirjen mengharapkan, kehadiran bendungan Rotiklot ini dapat membantu mengatasi sejumlah persoalan di Kabupaten Belu. Karena itu dia mengharapkan agar bendungan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat di daerah ini.

Haparan ini disampaikannya ketika melakukan pen gisian air di bendungan Rotiklot yang terletak di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Belu, Nusa Tenggara Timur, Kamis, 13 Desember 2018.

Bendungan yang mulai dikerjakan sejak peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo pada 28 Desember 2015 silam ini dipastikan akan memenuhi kebutuhan masyarakat setempat antara lain kebutuhan  air baku, irigasi dan juga akan mnjadi salah satu destinasi wisata baru di daerah ini.

Pengisian air ini dihadiri oleh Dirjen Sumber Daya Air Kementrian PUPR, Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, Wakil Bupati Belu, J.T. Ose Luan, Kadis PU NTT, Andre Koreh serta pejabat Forkopimda lainnya. Pengisian awal ini ditandai dengan penekanan sirine dan penandatanganan prasasti.

Dirjen Sumber Daya Air Kementrian PUPR, Hari Suprayogi mengatakan, wilayah NTT memiliki curah hujan tahunan hanya 120 milimeter. Satu-satunya cara yang efektif untuk mengatasi kekurangan air di musim kemarau, yakni membangun waduk atau bendungan.

“Pembangunan bendungan untuk ketersediaan air baku, irigasi, penahan banjir maupun manfaat lainnya merupakan tugas kami, selain yang berkaitan dengan penanganan tampungan lainnya, atau pelaksanaan operasi dan pemeliharaan terhadap semua infrastruktur sumber daya air yang telah dibangun,” ucapnya.

Menurutnya, Bendungan Rotiklot mempunya 3,3 juta tampungan atau kapasitas yang dapat dipakai untuk segalanya antara lain, irigasi seluas 150 hektar. Sehingga pemerintah dengan program Nawacita-nya, akan membangun 65 bendungan diseluruh Indonesia.

“Di NTT sudah ada dua bendungan yang sudah selesai dibangun dan dalam proses pengisian air. Sementara sementara empat bendungan lainnya masih dalam proses pembangunan,” ujar Hadi Suprayogi.

Sementara itu, Wakil Bupati Belu J.T Ose Luan dalam sambutannya meminta terima kasih kepada pemerintahan Presiden Joko Widodo, karena telah memperhatikan kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste itu.

Wakil Bupati Ose Luan mengatakan masyarakatnya tidak lagi berpikir dipinggirkan atau terpinggirkan, karena perhatian pemerintah pusat, dalam hal pembagunan saat ini sangat nyata.

“Dengan hadirnya bendungan besar ini atas kerja nyata dari Kementrian PUPR, sebagai pelaksana dari kebijakan bapak Presiden  Jokowi dan Wakil Presiden Yusuf Kalla, akhirnya rahmat ini datang juga untuk masyarakat kami di Kabupaten Belu,” katanya.

Untuk diketahui, Bendungan Rotiklot dibangun menggunakan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) senilai Rp 496,97 miliar, dari mulai pembangunan fisik pada April hingga Juni 2018.

Tujuh bendungan yang dibangun di NTT, dua sudah selesai dan digunakan yakni Raknamo di Kabupaten Kupang dan Rotiklot di Kabupaten Belum. Sementara dua lainnya sedang dibangun yakni di Kabupaten Sikka dan Kabupaten TTS. Sementara tiga lainya sedang dalam proses yakni di Nagekeo dan Kabupaten Kupang. (bp)

======

Foto: Dirjen SDM PUPR bersama Wagub NTT, Wabup Belu dan beberapa pejabat lainnya foto bersama pada usai acara pengisian air Bendungan Rotiklot, Kamis, 13 Desember 2018

Komentar ANDA?