Disetubuh Hingga Hamil, Istri Pelaku Sebut Korban Sakit Biasa

0
520

NTTsatu.com – MAUMERE– Seorang anak dengan initial Y berusia 15 tahun diketahui sedang hamil. Warga Dusun A Desa Parumaan Kecamnatan Alok Timur ini disetubuhi S, 58 tahun, warga di dusun yang sama. Uniknya, istri korban yang adalah dukun beranak menyebut Y mengalami sakit biasa.

Namun enam hari sesudahnya, istri pelaku mendatangi rumah orang tua korban. Dia mengajak ayah koban untuk bersama-sama ke Imam Masjid Parumaan Timur agar menikahkan suaminya dengan korban.
Sebagaimana keterangan Kapolres Sikka Rickson PM Situmorang melalui press release yang diterima media ini Senin (16/4), kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur ini terungkap pada Senin (9/4) pekan lalu. Ibu kandung korban yang baru mengetahui anaknya sudah dalam keadaan hamil, membawa korban ke dukun beranak di dusun itu. Dukun tersebut memberitahukan ke ibu kandung korban bahwa korban bukan hamil melainkan sakit biasa.

Setelah pulang dari rumah dukun beranak, ibu kandung yang masih penasaran menanyakan kepada korban tentang kondisi yang sebenarnya korban alami. Korban lalu menyebut seseorang dengan initial S sebagai pelakuyang telah menghamilinya. Ternyata S adalah suami dari dukun beranak.

“Pada Minggu (15/4), istri pelaku pergi ke rumah korban, dan memberitahukan kepada Asrat, agar bersama-sama ke rumah Imam Masjid untuk menikahkan suaminya dengan korban yang diduga hamil,” jelas Rickson Situmorang.

Dengan kronologis yang terakhir ini, hari itu juga sekitar pukul 21.00 Wita ibu kandung korban langsung mendatangi Polsubsektor Parumaan. Dia melaporkan peristiwa tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur. Laporan ibu kandung korban ini kemudian diteruskan ke Polres Sikka.

Atas laporan ini, sekitar pukul 24.00 Wita, Wakapolres Iwan Iswahyudi bersama beberapa anggota piket Dalmas, Sat Reskrim, Sat Intel, dan Polsek Alok, langsung turun ke Parumaan. Rickson Situmorang mengatakan petugas keamanan berupaya mengamakan terduga pelaku dan istrinya dari amuk massa.

Pada Senin (16/4) pukul 03.00 Wita petugas keamanan membawa terduga pelaku dan istrinya ke Polres Sikka. Keduanya diamankan untuk selanjutnya mengitui proses penyelidikan di Reskrim Polres Sikka.

Rickson Situmorang menambahkan hingga kini situasi di Desa Parumaan masih dalam kondisi aman dan terkendali. Dia mengimbau warga masyarakat untuk memberikan kepercayaan kepada Polres Sikka menyelesaikan kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur. (vic)

 

Foto: Foto: Kapolres Sikka Rickson PM Situmorang;

Komentar ANDA?