Ditangkap Berjudi, Anggota DPRD Kota Kupang dari Hanura Bisa Diberhentikan

0
231
Foto: Ketua DPD Partai Hanura Provinsi NTT, Jimmy Sianto

NTTsatu.com – KUPANG – Robby YK Kan alias RK, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Partai  Hanura yang digerebek polisi saat berjudi jenis kartu Samgong di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang bisa diberhentikan.

Ketua DPD Hanura Provinsi NTT, Jimmy Sianto yang dihubungi di Kupang, Jumat, 21 Juli 2017 membenatkan kalau , Robby yang adalah kader Partai Hanura itu ditangkap pada Senin, 17 Juli 2017, sekitar pukul 19.00 Wita.

“Selain proses hukum, di internal partai juga akan memeriksa yang bersangkutan. Pastinya, partai akan memberi hukuman yang terberat bisa di-PAW (pergantian antar waktu), bahkan bisa dicabut keanggotaan dari partai,” tegas Jimmy.

Menurut Jimmy yang juga Ketua Komisi V DPRD NTT ini, sebagai legislator atau utusan rakyat, perbuatan tersebut sangat merugikan partai dan konstituen yang memilih RK sebagai anggota DPRD.

“Sudah memalukan konstituennya dan partai, jika terbukti bersalah, maka akan diberikan sanksi dari partai, yakni PAW,” ujar Jimmy.

Dikatakannya, Kasus perjudian yang melibatkan kader Partai Hanura Kota Kupang ini sudah dilaporkan secara lisan ke Ketua Pembina Wilayah dan Korda. Adapun laporan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, setelah ada putusan hakim.

Lantaran itulah, ia meminta seluruh masyarakat agar terus mengawal proses hukum yang melibatkan kadernya.

“Sebagai ketua DPD Hanura kita akan meminta yang bersangkutan dihukum seadil-adilnya. Bukan karena dia DPRD lalu dimaafkan dan di hukum ringan. Semua warga sama haknya di mata hukum,” tegas Jimmy.

Dia menjelaskan, tersangka RK menjabat sebagai Ketua Bagian Pemerintahan dan HAM di Partai Hanura Kota Kupang dan terpilih dari Daerah Pemilhan (Dapil) Kecamatan Maulafa bukan dari Dapil Oebobo seperti pengakuannya di depan penyidik Polri.

Sementara, Ketua Badan Kehormatan DPRD Kota Kupang, Elia Th Salean yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui kasus yang menimpa rekannya di DPRD, Robby YK Kan tersebut.

“Saya belum tahu, karena sekarang saya lagi di Jakarta,” ucap Elia.

Namun, Elia mengatakan, pihaknya masih menanti hasil penyelidikan kepolisian. “Kita biarkan aparat keamanan yang tangani dulu. Sanksi dari DPRD Kota menanti hasil penyelidikan Polda,” ujarnya.

Untuk diketahui, RK digerebek polisi saat berjudi jenis kartu Samgong di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa tiga terduga lainnya, yakni PEM, BS, dan BN. Dalam penangkapan itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 4 juta dan kartu judi Samgong sebanyak 52 lembar. (bp)

Komentar ANDA?