DP Nyaris Diperkosa Anggota Polisi

0
202

KUPANG. NTTsatu – Kabar tak sedap kembali menerpa institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Sabtu, 28 Maret 2015 lalu, DP seorang gadis berusia , 22 tahun, warga Kelurahan Lambanapu, Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), nyaris diperkosa dua oknum anggota Polres setempat.

Merry, ibu kandung DP yang dihubungi melalui telepon dari Kupang, Rabu, 1 April 2015 mengatakan, modus yang dilancarkan dua oknum anggota Polri setempat adalah, putrinya berinisial DP ditahan dan di paksa menengak minuman keras.

“Anak saya dipaksa menengak minuman keras dan nyaris di perkosa dua anggota Polres Sumba Timur,” kata Merry.

Mery kemudian menuturkan, kasus ini sudah dilaporkan ke Propam Polres Sumba Timur untuk ditindaklanjuti. Bahkan, DP telah menjalani pemeriksaan sebanyak dua kali pada Senin dan Selasa, 30-31 Maret 2015.

“Saya menuntut agar kedua oknum polisi itu di beri sanksi tegas Mery dengan suara keras,” katanya sambil mengakui, puterinya juga telah menjalani visum di Rumah Sakit setempat.

Kasus ini, kisah Mery, awalnya saat DP bersama tiga temannya sepulang pesta sempat mengisi BBM di SPBU. Namun, saat hendak pulang temannya menyembunyikan kunci motornya sehingga dia melapokan kasus itu ke Pos Polisi (Pospol) di perempatan depan Toko Matawai.

Usai melapor, lanjutnya, DP dibawa ke Markas Polres Sumba Timur untuk dimintai keterangan. Dalam perjalanan mereka bertemu dengan tiga teman DP yang menyembunyikan kunci motornya. Kasus itu pun diselesaikan secara kekeluargaan.
Setelah ketiga teman korban di lepas untuk pulang. Namun, piket yang berjaga malam itu menahan DP dengan alasan sudah larut malam.

Bukanya mendapat perlindungan DP justru dipaksa menengak minuman keras jenis peci oleh dua oknum anggota Polres Sumba Timur, Hendra Saputro dan Eki Soga. “Empat kali puteri saya dipaksa minum minuman keras,” katanya.

Kemudian, dengkul DP dipukul hingga pingsan. DP lalu dibawa dengan mobil patroli ke arah luar kota, tepatnya di Patung Kuda, kilometer 8 Jurusan Sumba Tengh. “Di lokasi itu mereka membuka pakaian korban,” katanya.

Korban yang sempat siuman setelah merasa pakaiannya di buka lalu berusaha berontak, dengan menendang salah satu anggota polisi itu. Merasa terancam, keduanya membuang DP ke jurang sekitar Patung Kuda.

DP berusaha naik dari jurang itu, saat tiba diatas, sudah ada dua anggota Brimob di lokasi itu. DP memeluk anggota Brimob dan meminta pertolongan. Namun, kedua polisi itu beralasan DP sedang mabuk, sehingga kedua anggota Brimob tidak bisa berbuat banyak, dan meminta agar keduanya mengantar anak ini ke rumahnya.

Karena terus menaruh curiga, kedua anggota Brimob tersebut membuntuti mobil patroli yang mengangkut DP sampai di Polres Sumba Timur. Sesampai di Mako Polres, DP dibiarkan begitu saja. DP berhasil kabur dari Mako Polres berkat bantuan seseorang yang melintas di depan Mako Polres.

Humas Polda NTT Ajun Komisaris Besar Agus Santoso membantah adanya oknum polisi yang mencoba memperkosa DP yang telah di laporkan ke Propam Polres Sumba Timur. “Itu tidak benar. Saya masih tunggu laporan lengkapnya,” kata Agus. (bop)

Komentar ANDA?