DPD RI Perjuangkan UU Perlindungan Guru

0
126
Foto: Aggota DPD RI asal NTT, Syarifudin Atasoge

KUPANG. NTTsatu.com – Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) sedang berjuang agar harus ada Undang-Undang Perilindungan Guru. Hal ini penting karena selama ini para guru selalu memiliki kesulitan dalam menjalankan tugas dengan baik demi mencerdaskan anak-didik.

Anggota DPR RI asal Provinsi Nusa Tenggara Timur, Syarifudin Atasoge kepada NTTsatu.com  di Kupang, Jumat, 03 Juni 2016 mengatakan, perjuangan DPD RI ini sangat beralasan kuat karena kondisi guru-guru saat ini sangat dilematis.

“Saat menghadapi anak didik yang bodok, guru harus berjuang untuk membuat mereka pintar tetapi tidak bisa dengan kekerasan akhirnya mereka biarkan saja seperti itu. Karena kalau mau cubit sedikit saja, sudah langsung berurusan dengan hukum. Ini masalahnya, karena itu kita harus perjuangkan ada UU perlindungan guru sehingga guru bisa menjalankan tugas muloia itu dengan baik,” katanya.

Ditempat yang sama, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Sunun Petrus Manuk mengakui, UU perlindungan guru itu sangat penting agar guru yang mempunya tugas mulia mencerdaskan kehidupan nanak-anak didik itu bisa menalankan tugas dengan baik.

“Kalau dulu kita mengenal istilah “di ujung rotan ada emas“. Dimana para guru bisa menggunakan berbagai cara membuat anaknya pintar dan bisa dengan rotan. Namun sekarang, “diujung rotan ada  pejara”. Guru-guru tidak bisa berbuat banyak ketika menghadari anak didik yang lemah atau bodok,” kata Manuk.

Menurut mantan guru ini, guru-guru harus mendapatkan perlindungan sebuah payung hukum sehingga kalau mdereka berbuat agar keras terhadap anak didik demi kecerdasan mereka bisa mendapatkan perlindungan. Jika itu tidak ada maka guru-guru akan menjalankan tugas seadanya saja. (bp)

Komentar ANDA?