DPR geram Mentan gagal stabilkan harga pangan jelang Ramadan

0
177
ilustrasi

NTTsatu.com – Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron menyesalkan rencana pemerintah mengimpor bawang merah dengan alasan strategi menurunkan harga. Dia berharap para pembantu Presiden Jokowi sejalan dalam mengeluarkan kebijakan, sehingga tidak rugikan rakyat.

Padahal menurut politikus asal Cirebon ini, tidak ada salah dan sah saja pemerintah impor bawang merah untuk menstabilkan harga. “Tapi jangan sampai menekan keuntungan para petani,” ujarnya di Jakarta,Minggu (29/5).
Politikus Partai Demokrat tersebut berharap agar gonjang-ganjing harga pangan menjelang puasa sampai lebaran tidak perlu terjadi. Dia juga mengingatkan khususnya Menteri Pertanian Amran Sulaiman agar keras menggenjot produktifitas serta pengelolaan bawang pasca panen.

“Bawang merah termasuk komoditas daya tahannya tidak panjang. Karena itu pekerjaan rumah Kementerian Pertanian bagaimana menggenjot,” tuturnya.

Dia juga mengungkapkan bahwa Amran harus berpikir bagaimana langkah komoditas yang bisa diproduksi di dalam negeri harus seutuhnya di suplai oleh dalam negeri. Selain itu juga harus bertekad.

“Langkah itu agar kuantinitas produksi di tingkat petani juga bisa dipertahankan. Di sisi lain agar harga di tingkat pasarnya ditekan pada level tertentu, tetapi kemudian pada akhirnya merembet di tingkat petani tidak ekonomis,” ungkapnya.

“Terpenting bagaimana harga di Ramadan dan Idul Fitri ini, supaya tidak terfluktuatif atau tidak meningkat pada harga yang tidak terjangkau oleh masyarakat, lanjutnya,” imbuhnya.

Seperti diketahui sebelumnya, rencana pemerintah impor bawang kerap menjadi silang pendapat dan polemik di jajaran menteri. Seperti Menko Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan bahwa langkah impor bawang merah dilakukan untuk menurunkan harga saat bulan Ramadan dan Idul Fitri nanti. Disebutkan Darmin bahwa bawang diimpor adalah 2.500 ton.

Namun Presiden Joko Widodo berharap harga bawang merah bisa turun ke Rp 20.000/kg saat puasa, dari harga saat ini Rp 40.000/kg. Berbeda dengan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman yang menentang adanya impor bawang merah, karena produksi saat ini surplus. (merdeka.com)

Komentar ANDA?