DPRD Pertanyakan Mengapa Debat Kandidat Harus di Jakarta

0
277
Foto: Anggota DPRD NTT dari Fraksi Nasdem, Alexander Ena sedang mempertanyakan keputusan KPU itu dalam rapat Koordinasi antara DPRD NTT, Pemerintah, KPU dan Bawaslu NTT di Ruang Rapat Kelimutu, Gedung DPRD NTT, Senin, 19 Maret 2018

NTTsatu.com – KUPANG – Kalangan DPRD Provinsi NTT mempertanyakan, mengapa KPU NTT memutuskan untuk menggelar debat kandidat gubernur dan wakil gubernur NTT di Jakarta. Selain itu mengapa harus disiarkan oleh sebuah Televisi Swasta yang belum “membumi” di daerah ini.

Anggota DPRD NTT dari Fraksi NasDem. Alex Ena dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah, KPU dan Bawaslu NTT itu dengan tegas mempertanyakan apa pertimbangan KPU NTT melakukan hal-hal konyol seperti itu.

“Mengapa harus menggelar debat di Jakarta?, Dan mengapa harus disiarkan oleh sebuah stasiun televisi swasta yang belum cukup dikenal di NTT. Kita ingin agar debat itu diikuti oleh seluruh masyarakat NTT, karena itu stasiun televisi yang menyiarkan debat itu adalah stasiusn televisi yang sudah akrab dengan masyarakat NTT,” tegasnya.

Alex mengatakan, masyarakat NTT itu sangat familiar dengan TVRI,  Metro TV atau TvOne. Hamoir semua rumah di NTT ini memiliki televisi dan mereka lebih sering menonton siaran televisi seperti tiga stasiun tersebut.

“Anggaran Pilgub ini sangat  besar dan ini merupaqkan uang rakyat karena itu kita harus dan petut mempertanggungjawabkan kepada rakyat. Lalu keputusan KPU sudah memunculkan protes masyarakat, Kami ini berkeliling di NTT dan pertanyaan itu dilontarkan masyarakat. Silahkan KPU menjawab sendiri kepada masyarakat yang punya hak untuk mendengarkan penjelasan yang masuk akal,” kata Alex.

Hal yang sama juga ditegaskan Anggot Fraksi Nasdem, Kasimirus Kolo dan  anggota Fraksi Gerindra Kasintus Proklamasi Ebu To’o. Mereka sama sekali tidak memahami, mengapa KPU justru melakukan hal yang tidak benar itu.

Juru Bicara KPU NTT, Yosafat Koli yang hadir dalam rapat tersebut hanya mengatakan, proses sudah dilakukan hingga penawaran dan kontrak kerja dengan pemenangnya yakni Tnews TV.

Dia tidak memberikan solusi apa yang akan KPU lakukan terhadap apa yang disampaikan anggota Dewan dalam rapat tersebut. (bp)

Komentar ANDA?