DPT Sikka 187.762, Pemilih di Nita Berkurang 3.389 Orang

0
369
Foto: Ketua KPU Sikka menyerahkan berita acara hasil rekapitulasi daftar pemilih tetap kepada tim penghubung pasangan calon Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sikka, Kamis (19/4), di Aula Karmel Maumere

NTTsatu.com – MAUMERE– Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sikka, Kamis (19/4) di Aula Karmel Maumere, telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sikka sebanyak 187.672 orang. Namun pemilih di Kecamatan Nita mengalami penurunan drastis sebanyak 3.389 orang.

Pada pertengahan Maret 2018 lalu, KPU Sikka telah menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) sebanyak 173.733. Dengan demikian hingga penetapan DPT, atau dalam rentang waktu selama 1 bulan, terjadi penambahan jumlah pemilih sebanyak 13.939 orang.

Dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka, beberapa kecamatan justeru mengalami pengurangan jumlah pemilih dari DPS ke DPT. Kecamatan-kecamatan itu yakni Nita, PaluE, Alok, dan Lela. Terendus kabar, 4 kecamatan ini adalah basis pasangan calon Alexander Longginus dan Stefanus Say (Alex-Stef) yang diusung PDI Perjuangan, Partai Gerindra, dan Partai Amanat Nasional.

Kecamatan Nita sebelumnya pada DPS mencatat 17.290 pemilih. Namun saat penetapan DPT terjadi pengurangan sebanyak 3.389 pemilih sehingga menjadi 13.901 pemilih. Kecamatan PaluE mengalami pengurangan 1.048 pemilih dari sebelumnya pada DPS sebanyak 6.647 dan pada DPT tersisa 5.599 pemilih.

Pengurangan jumlah pemilih juga terjadi di Kecamatan Alok, di mana sebelumnya pada DPS sebanyak 20715 pemilih, dan pada DPT tersisa 18.564 pemilih atau berkurang 2.151. Juga di Kecamatan Lela, sebelumnya mencatat DPS dengan angka 8.688 pemilih, kemudian berkurang 810 pemilih sehingga pada DPT menjadi 7.878 pemilih.

Gabriel Dhaga, tim penghubung paslon Alex-Stef sempat mempertanyakan perubahan siginifikan jumlah pemilih di Kecamatan Nita pada saat Rapat Pleno Rekapitulasi DPT yang berlangsung di Aula Karmel Maumere, Kamis (19/4). Dia menduga ada ketidakcocokan data sejak proses pencocokan dan penelitian (coklit) sampai dengan sebelum penetapan DPT.

Ketua KPU Sikka Vivano Bogar menyampaikan bahwa seluruh mekanisme terkait data pemilih sudah dijalankan sesuai tahapan dan prosedural. Pertambahan atau pengurangan jumlah pemilih, jelas Vivano Bogar, tekait beberapa faktor seperti adanya pemilih baru, adanya data ganda, dan pemilh yang tidak memenuhi syarat (TMS). Pemilih yang TMS akibat dari berbagai faktor seperti meninggal dunia, pindah domisili, sudah kehilangan ingatan, dan beralih status mejadi TNI/Polri.  (vic)

Komentar ANDA?