Drone Jatuh di Sumba Barat Daya

0
315

KUPANG. NTTsatu- Dua warga Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Tmur (NTT) menemukan pesawat tanpa awak (drone) di hutan Tiluwata, Desa Bondologil, Kabupaten Sumba Barat Daya. Jaraknya cukup jauh dari Tambolaka, ibu kota kabupaten itu.

Keterangan yan diperoleh dari Sumba Barat Daya menyebutkan, pertengahan

Pebruari lalu, Bani Niga dan Agustinus Ngongo Bili kedua warga asal desa Totok itu sedang berburu hewan liar. Keduanya menemukan Pesawat tanpa awak itu berwarna putih dan memiliki empat baling-baling berada di hutan.

Sekretaris Daerah Sumba Barat Daya Antonius Umbu Zaza yang dihubungi, Jumat (6/3) mengatakan, pihaknya belum mengetahui siapa yang menerbangkan pesawat tanpa awak tersebut.

“Benar ditemukan pesawat tanpa awal itu oleh Bani Niga dan Agustinus Ngongo ketika keduanya sedang berburu hewan liar. Pesawat tanpa awak itu berwarna putih dan memiliki empat baling-baling. Belum ada laporan drone membawa kamera digital maupun chip memori. Pasalnya sampai saat ini aparat keamanan belum memeriksa temuan tersebut,” kata Umbu Zaza.

Awalnya, tambah Umbu Zaza, warga menduga benda yang ditemukan itu bom karena lampu drone masih menyala. Karena takut meledak, warga kemudian membuangnya ke semak. Namun mereka kemudian memungutnya kembali dan membawa pulang ke rumah.

Komandan Pangkalan Angkatan Udara (Danlanud) El Tari Kupang, Kolonel Penerbang Andi Wijaya yang dihubungi melalui telepon seluernya membenarkan jatuhnya pesawat tanpa awak di Sumba Barat Daya (SBD).

“Saya sudah memerintahkan anggota untuk mengecek pesawat tersebut,” katanya.

Setelah dicek oleh anggota dan mengirim foto pesawat itu, maka dipastikan drone yang jatuh itu adalah pesawat remote kontrol jenis Phantom 3 yang dilengkapi dengan kamera di bagian bawahnya.

“Ternyata hanya pesawat remote kontrol yang sering dimainkan oleh pecinta pesawat itu,” katanya.

Namun, dia mengaku belum mengetahui siapa yang menerbangkan drone itu, dan dari mana asalnya. “Pesawat itu sudah diamankan oleh kepolisian setempat,” ujarnya.

Dia membantah jatuhnya drone tersebut, ada hubungannya rencana pemerintah Indonesia mengeksekusi mati dua terpidana ‘Bali Nine’. “Tidak ada hubungannya dengan ‘Bali Nine’. Karena pesawat itu hanya mampu terbang selama 20-30 menit di udara. Dan itu sudah diamankan pihak kepolisian untuk menelusurinya,” kata Andi Wijaya. ****

 

Komentar ANDA?