Dua Nelayan Tewas Tenggelam di Pantai Namosain, Satu Kritis

0
167
Foto: Jenazah Jhoni Mone yang tenggelam di pantai Namosain, Kamis, 29 Juni 2017 petang

NTTsatu.com – KUPANG– Naas menimpah Samuel Bansoma, 31 tahun asal Kelurahan Bakunase, dan Jhoni Mone, 43 tahun asal Kelurahan Manutapen keduanya tewas tenggelam di Pantai Namosain. Sementara, Mad Sari, 30 tahun asal Kelurahan Namosain dalam kondisi kritis dan dirawat di RS Angkatan Laut Kupang,

Mereka tewas setelah sampan yang mereka tumpangi kemasukan air dan terbalik tak jauh dari pantai Namosain, Kamis, 29 Juni 2017 sekitar pukul 15.00 Wita.

Kabid Humas Polda Nusa Tenggara Timur AKBP Jules Abraham Abast mengatakan musibah berawal dari tiga nelayan tersebut dijemput dari kapal nelayan Makarios ke darat menggunakan sampan.

“Sampan itu didayung oleh Fatur Isak, ABK kapal Makarios,” ujarnya.

Foto: Mad Sari yang sedang dalam perawatan medis di RS AL Kupang

Namun baru 50 meter meninggalkan kapal, sampan bocor dan kemasukan air. “Karena banyaknya air laut yang masuk ke dalam sampan dan beban muatan yang berlebihan sehingga sampan terbalik dan terjadilah musiba itu,” kata Jules.

Menurutnya, tiga korban diketahui baru satu minggu bekerja sebagai nelayan di kapal Makarios, dan tidak mahir berenang. Sejumlah nelayan yang melihat kejadian itu datang menolong  dan membawa ketiganya ke rumah sakit. Namun dua orang di antaranya tidak berhasil diselamatkan.

“Dua korban yang meninggal sudah dibawa pulang keluarga masing-masing untuk selanjutnya dimakamkan keluarga,” ujarnya. (bp)

Komentar ANDA?