Edi-Yulianus  Masih Buka Diri Dukungan Parpol Maju di Pilkada Mabar

0
493

NTTsatu.com — KUPANG —  Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur Edistasius Endi- Yulianus Weng (Edi- Yulianus) tetap membangun komunikasi dan membuka diri terhadap partai politik (Parpol) yang memberi dukungan terhadap mereka untuk maju dalam pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Edi dan Yulianus sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Kamis (27/8) pagi kalau mereka selaku  bakal calon bupati dan calon Wakil Bupati Mabar.

Yulianus  menjelaskan, saat ini pihaknya telah mengantongi dukungan tiga parpol dan telah melampaui syarat minimal jumlah kursi di DPRD Mabar. Syarat minimal untuk mengusung satu pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati adalah enam kursi, sedangkan pasangan Edi- Yulius telah memperoleh tujuh kursi. Rinciannya, Partai NasDem ada lima kursi, serta PKPI dan PBB masing- masing satu kursi.

“Walau sudah melampaui syarat minimal, kami tetap menunggu perkembangan tambahan dukungan dari parpol lain, karena kami sebelumnya kami telah membangun komunikasi dengan hampir semua parpol di Mabar,” kata Yulianus.

Ia menyampaikan, sesuai agenda pendaftaran di KPU Mabar dilaksanakan pada hari terakhir masa pendaftaran yakni 6 September. Pada hari yang sama, dilakukan deklarasi pasangan bakal calon oleh semua parpol pengusung. Walau belum dibahas secara tuntas, tapi jumlah massa yang diikutkan ke KPU dibatasi. Pihaknya tetap taat terhadap saran dan ketentuan yang berlaku di KPU, yakni 50 orang.

“Bagi para pendukung dan simpatisan yang berkeinginan ikut, akan kami siapkan tenda khusus di tempat lain. Sehingga yang bisa ke KPU paling banyak 50 orang,” ungkapnya.

Ia menyatakan, semua kegiatan yang dijalankan berkaitan dengan pesta demokrasi,termasuk saat pendaftaran dan deklarasi tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19, seperti memakai masker, cuci tangan, jaga jarak, dan mengukur suhu badan. Bagi massa pendukung dan simpatisan yang tidak memakai masker, akan disiapkan dan diberikan di pintu masuk. Bahkan pada acara wuat wai (tradisi Manggarai), protokol kesehatan covid-19 pun tetap diterapkan.

“Prinsipnya, kami selalu komunikasi dengan penyelenggara pilkada, Bawaslu, kepolisian dan gugus tugas dalam penerapan protokol kesehatan covid-19. Teman- teman di lapangan sedang membahas karena menjadi aspek penting yang harus diperhatikan dan dijalankan,” tandas Yulianus.

Bakal calon Bupati Mabar, Edistasius Endi berargumen, pihaknya tetap membuka diri terhadap dukungan dari parpol, selain tiga parpol yang sudah memberikan dukungan. Sebagai seorang politisi, dirinya yakin pasangan Edi- Yulius tampil sebagai pemenang pilkada pada 9 Desember 2020. Bahkan untuk memenangkan pilkada tersebut, pihaknya telah melakukan konsolidasi di hampir setiap anak kampung yang ada di Mabar.

“Dalam melakukan konsolidasi, kami tidak hanya meminta doa dan dukungan, tapi ingin mengetahui sejauhmana permasalahan yang ada di setiap anak kampung dan ikut merasakan apa yang sedang dialami masyarakat. Sehingga visi- misi yang dirumuskan berbasis pada kebutuhan riil masyarakat,” terang Edi.

Menjawab pertanyaan tentang sering terjadi visi- misi bupati berbeda dengan gubernur, Edi menyatakan, tidak perlu dipersoalkan. Walau visi-misi berbeda, tapi bisa diaplikasikan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Sehingga bisa sejalan dengan visi- misi gubernur, terutama penjabaran program yang turun ke kabupaten. Karena ada program yang sifatnya wajib dan harus dijalankan dengan kabupaten.

“Prinsipnya, visi- misi yang dijabarkan dalam RPJMD harus selaras dengan provinsi dan pemerintah pusat. Karena tujuan akhir dari program yang dijalankan adalah mewujudkan kesejahteraan rakyat. Jika muaranya pada kesejahteraan rakyat, kita pasti ikut program provinsi dan pusat yang diturunkan ke kabupaten,” terang Edi. (bp)

Komentar ANDA?