EKSISTENSI PENDIDIKAN: SEBUAH KAJIAN

0
1298

Oleh: Dra. Christina Purwanti, M.Pd.

Subyek utama wawasan pemikiran tentang Pendidikan Nasional selalu saja menekankan dimensi manusia. Pendidikan nasional Indonesia pun adalah pendidikan yang terus berakar pada kebudayaan sendiri, yang terus diarahkan untuk meningkatkan kesadaran serta harkat dan martabat manusia bangsa, mewujudkan manusia serta masyarakat Indonesia yang beriman dan terus bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta harus selalu berkualitas. Dengan demikian, jelas bahwa Pendidikan Nasional Indonesia ternyata mau meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam segala aspek kehidupan baik secara pribadi maupun secara bersama-sama.

Proses pelaksanaan pendidikan di Indonesia merupakan tanggung jawab semua masyarakat, sekolah dan pemerintah. Karena itu peran aktif masyarakat dalam semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan perlu terus didorong dan selalu saja ditingkatkan. Kerja sama antara penanggung jawab pendidikan diperlukan untuk menata, mengembangkan Pendidikan Nasional demi meningkatkan kualitas semua jenis pendidikan dan juga atas semua pelaksanaan aktivitas wajib belajar.

Upaya dan usaha mengembangkan pendidikan itu dilaksanakan secara terpadu, haruslah serasi dan terus merata di seluruh wilayah tanah air, antar-berbagai jenis, jalur, jenjang pendidikan maupun antar sektor pendidikan dan sektor pembangunan lainnya. Selanjudnya, penyelenggaraan Pendidikan Nasional itu diharapkan mampu meningkatkan, memperluas dan memantapkan serta membudayakan nilai-nilai kehidupan manusia yang diringkas secara objektif yakni: Tuhan, Manusia, Satu, Rakyat dan Adil. Kelima nilai inilah menjadi nilai obyektif dalam pendidikan yang terkandung dalam ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Pancasila.

Kondisi lingkungan pendidikan.

Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia, pertama-tama dilaksanakan di dalam keluarga sebagai tempat pendidikan pertama dan pra-sekolah serta sebagai wahana sosialisasi sebelum pendidikan dasar dimulai atau diawali. Penyelenggaraan pendidikan yang kedua adalah terjadi di lingkungan masyarakat dan sekolah. Pendidikan di lingkungan masyarakat adalah termasuk pendidikan luar sekolah. Pada lingkungan ini dilaksanakan semua unsur pendidikan yang bersifat kemasyarakatan seperti terjadi pada kursus-kursus dan juga pelatihan keterampilan. Semua unsur itu memang sudah dijalankan, hanya perlu ditingkatkan kualitasnya dan perluasan pengembangannya dari waktu ke waktu. Pada lingkungan sekolah pendidikan dilaksanakan oleh pemerintah dan juga termasuk pihak swasta.

Bahasa Pengantar.

Bahasa yang digunakan dalam dunia Pendidikan Indonesia adalah pertama-tama bahasa Indonesia. Karena itu, pengajaran bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional harus terus ditingkatkan untuk mempertinggi mutu penggunaan serta sikap positif terhadap bahasa Indonesia dan untuk mengembangkanya agar mampu menjadi Bahasa Ilmu Pengetahuan dan Bahasa Teknologi. Tentu di samping itu bahasa daerah pun diperlukan dan tetap dikembangkan sebagai salah satu sarana pendidikan dini dan untuk landasan pengembangan Bahasa Indonesia. Dalam pemahaman dasar sesuai dengan pola lama namun bagi penulis masih tetap relevan ( dalam Garis Besar Haluan Negara ) hingga dewasa ini yakni di samping Bahasa Indonesia dan bahasa daerah, penggunaan bahasa asing perlu terus dikembangkan untuk memperluas cakrawala berpikir dan juga memperkuat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang terus berkembang sangat pesat.

Profil Pendidikan yang Diharapkan.

Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang berguna. Tujuan utamanya adalah membentuk manusia yang berbudi daya, bukan yang berbudi mandeg dan berkeahlian dalam salah salah satu bidang ilmu. Itu berarti wawasannya luas, penuh kepekaan dan keterbukaan terhadap keindahan, perasaan dan nilai-nilai manusiawi. Kebudayaan bisa memberi visi, arah dan kedalaman hidup seseorang. Demikian pun keahlian dalam bidang tertentu membuat seseorang efektif dalam hidup ini. Keduanya tercapai kalau peserta didik bukan saja menumpukkan sebanyak mungkin ilmu dalam tempat penyimpan pemikirannya tetapi dia juga harus pandai mengaitkannya dengan pendidikan lain sesuai konteks dan juga mampu menjadikannya sebagai dian dan penyuluh dalam hidupnya nanti.

Dalam keseluruhan proses pendidikan, terdapat tiga kunci utama yang mampu membuat eksistensi pendidikan yang bermartabat yakni adanya rasa memiliki ( sense of belonging ), adanya rasa berpartisipasi ( sense of participation ), adanya rasa tanggung jawab ( sense of responsibility ).

Semoga bermanfaat.

========

Penulis adalah Dosen Bahasa Indonesia, Universitas Pelita Harapan, Jakarta

Komentar ANDA?