Empat Kisah Menyedihkan Manusia Dikurung Puluhan Tahun

0
238
Foto: ILustrasi penyekapan

NTTsatu.com – Seperti apa rasanya disekap dalam sebuah ruangan selama puluhan tahun? Seorang pesakitan pasti merasakan betapa tidak enaknya mendekam di penjara. Tapi seorang narapidana sekalipun masih dibolehkan sesekali keluar sel melihat matahari.

Dikurung dalam sebuah ruangan selama puluhan tahun tanpa melihat dunia luar tentu bisa mempengaruhi kejiwaan. Seperti kisah dalam film Room (2015), seorang perempuan disekap dalam ruangan sempit hanya berdua dengan anaknya sendiri. Sehari-hari dari bangun tidur hingga tidur lagi hanya berada di dalam ruangan itu.

Empat kisah di bawah ini mengungkapkan betapa menyedihkannya dikurung selama puluhan tahun, apalagi oleh anggota keluarga sendiri. Mereka bukan mendekam di penjara karena melanggar hukum. Seperti apa kisah orang-orang malang itu? Simak ulasannya berikut ini:

  1. Tiga perempuan di Inggris disekap selama 30 tahun lebih

Kepolisian Inggris Scotland Yard mengatakan mereka telah menyelamatkan tiga perempuan yang sudah dijadikan budak selama lebih dari 30 tahun di sebelah selatan Ibu Kota London.

Polisi hari ini juga menangkap dua tersangka, satu pria dan wanita berusia 67 tahun, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail.

Polisi mengatakan mereka mendapat informasi permintaan tolong dari salah satu korban yang diselamatkan bulan lalu. Sang korban mengatakan dia sudah disekap selama lebih dari 30 tahun.

Polisi menyebutkan mereka mendapat informasi itu dari lembaga bernama Derma Kebebasan yang bertujuan memberikan nasihat-nasihat serta dukungan bagi para korban pernikahan paksa yang mengalami kekerasan. Dalam suatu acara dokumenter di televisi lembaga itu menerima telepon dari seseorang yang mengaku sudah disekap sejak lama.

Polisi akhirnya menemukan lokasi penyekapan itu. Di sana polisi menemukan seorang perempuan Malaysia berusia 69 tahun, perempuan Irlandia 57 tahun, dan perempuan Inggris 30 tahun. Menurut polisi ketiga perempuan itu mengalami trauma berat dan sudah dibawa ke tempat aman.

“Kami sudah menggelar penyelidikan untuk mengungkap fakta kasus ini,” ujar Inspektur Polisi Kevin Hyland.

  1. Gadis remaja Argentina disekap 12 tahun dengan monyet dan anjing

Polisi di Argentina menyelamatkan seorang remaja perempuan 15 tahun di sebuah garasi tempat dia diduga disekap dengan seekor monyet dan anjing sejak dia berusia tiga tahun.

Remaja yang dilaporkan diberi makan sama dengan monyet dan anjing oleh penyekapnya itu hanya berbobot 19,5 kilogram ketika ditemukan, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail.

Dua hari lalu remaja tanpa nama itu dibawa ke sebuah rumah sakit di Ibu Kota Buenos Aires. Para penyekapnya yang ingin mengadopsinya kini ditahan di penjara.

Para penyekapnya dilaporkan merupakan para pemuja Kematian Suci, sebuah kelompok pemujaan yang berkembang di Paraguay. Upacara kebaktian mereka sudah beberapa kali diserang oleh kelompok dari Gereja Katolik.

Gadis remaja itu dikatakan dibuang oleh ibunya yang miskin dan punya enam orang anak karena dia tidak mampu merawatnya.

Kakak gadis itu yang berusia 18 tahun memberitahu polisi setelah dia menemukan rumah tempat dia yakini adiknya disekap.

Gadis malang itu mengatakan dia hanya pernah dibolehkan keluar dua kali selama 12 tahun itu dan dia juga kerap dipukuli dengan sabuk oleh para penyekapnya.

  1. Bertahun-tahun wanita ini tega kurung ayahnya di kandang anjing

Polisi di Balagolla, Sri Lanka, pekan lalu menangkap seorang wanita tiga anak berusia 42 tahun karena mengurung ayahnya, 73 tahun, di dalam kandang anjing selama bertahun-tahun.

Polisi yang tengah bertugas di Balagolla mengatakan mereka menerima laporan warga yang menyatakan ada seorang pria yang bertahun-tahun dikurung di kandang anjing oleh putrinya sendiri.

Situs Emirates247.com melaporkan, Sabtu (17/10), Inspektur polisi Pushpakumara kemudian mendatangi rumah yang dimaksud dan setelah menanyai perempuan itu mereka benar-benar terkejut menemukan sang ayah berada di dalam kandang anjing di sudut halaman.

Perempuan itu mengaku pria di dalam kandang itu ayahnya dan dia dikurung karena suka pipis sembarangan, meludah, dan membuat rumah kotor sehingga cucunya sering sakit.

Ketika ditanya soal anjingnya, perempuan itu mengatakan anjing mereka malah tinggal di dalam rumah.

Setelah mengeluarkan sang ayah dari dalam kurungan polisi menahan perempuan itu. Polisi juga kemudian membawa pria itu ke rumah sakit.

Dari penyelidikan diketahui pria itu adalah pekerja hotel dan istrinya saat ini sedang bekerja di luar negeri.

  1. Pria ini dikurung 30 tahun tidak keluar rumah oleh orang tuanya

Polisi Jerman menyelamatkan seorang pria berusia 43 tahun yang diduga dikurung oleh orang tuanya selama 30 tahun.

“Kami belum tahu persis berapa lama pria itu tidak berhubungan dengan dunia luar. Kami juga tidak tahu situasinya seperti apa. Tapi bisa dikatakan dia dikurung,” ujar juru bicara polisi Jurgen Stadler kepada media Jerman dan dilansir koran the Guardian, Rabu (5/10).

Polisi mengatakan lelaki itu ditemukan dalam keadaan lusuh berantakan, kuku kakinya panjang-panjang dan bau kotoran meski tidak tampak kekurangan gizi.

Sejumlah tetangga melapor ke polisi lantaran mereka mendengar suara rintihan di sebuah rumah di Freienfels, sebelah utara Bavaria. Polisi kemudian menggerebek rumah itu dan menemukan lelaki itu. Dia kemudian dibawa ke rumah sakit buat dirawat. Dokter mengatakan pria itu dalam keadaan gangguan jiwa.

Dari hasil temuan dokumen, menurut polisi, pria itu pernah duduk di bangku sekolah dasar dan akan melanjutkan ke sekolah menengah tapi saat usianya 13 tahun pihak sekolah mengatakan dia tidak bisa melanjutkan.

Ibu lelaki itu mengatakan kepada koran lokal Nordbayerische Kurier, putranya sudah ‘merasa cukup menjalani kehidupan’ dan dia pernah diejek di sekolah.

“Dia ingin tinggal bersama kami. Kalau kalian saya beritahu apa yang kami alami selama ini, kalian tidak akan percaya. Yang saya inginkan hanya melindungi dia,” kata si ibu.

Dia dan suaminya mengaku tidak pernah mengurung anaknya.
“Dia cuma tidak mau keluar,” ujarnya. (merdeka.com)

 

Komentar ANDA?