Empat Tersangka Kasus Rp 43 M, Dalam Pengejaran Kejati NTT

0
174

KUPANG. NTTsatu.com – Saat ini tim penyidik Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, masih terus melakukan perburuan terhadap empat (4) orang tersangka yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejati NTT dalam kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga di Kabupaten Alor dan Flores Timur (Flotim) tahun 2014 senilai Rp 43 miliar.

Kajati NTT, John W. Purba, SH, MH melalui Kasi Penkum dan Humas, Ridwan Angsar, SH kepada wartawan, Senin (9/11/2015) mengatakan saat ini masih ada empat (4) orang tersangka dalam kasus korupsi pembangunan dermaga di Kabupaten Alor dan Flotim yang masih diburu oleh Kejati NT.

Empat orang tersangka, kata Ridwan, diantaranya Ramlan salah satu kontraktor yang turut mengerjakan proyek itu. Selain itu, terdapat tiga orang panitia PHO yang Sofiyah, Adi Nugraha Suryadi, dan Slamet Maryot. Ke-4 orang tersangka dalam kasus itu kini sedang dilakukan perburuan oleh Kejati NTT.

“Sampai sekarang masih ada empat orang tersangka dalam kasus pembangunan dermaga di Kabupaten Alor dan Flotim yang masih buron. Mereka berempat sudah masuk dalam DPO Kejati NTT, “ kata Ridwan.

Mengenai keberadaan para tersangka, lanjut Ridwan, telah diketahui oleh tim penyidik Kejati NTT dan Kejagung RI. Namun, untuk membekuk para tersangka Ridwan mengaku bahwa sedang mengalami kesulitan karena para tersangka sering berpindah-pindah tempat tinggal.

Namun, lanjutnya, tim penyidik Kejati NTT dan Kejagung RI tidak surut semangatnya dalam melakukan pengejaran terhadap para tersangka. Prburuan kepada para tersangka terus dilakukan.

“Muda-mudahan dalam waktu dekat para tersangka sudah bisa ditangkap karena keberadaan para tersangka sudah diketahui oleh tim penyidik Kejati NTT dan Kejagung RI, “ kata Ridwan.

Ridwan berharap, para tersangka segera menyerahkan diri kepada Kejati NTT agar tidak menghambat proses hukum yang ada. Selain itu, para tersangka juga tidak lagi merasa dikejar oleh penegak hukum. Dengan menyerahkan diri maka proses hukum tdak terhambat karena sikap para tersangka.

“Jika mereka serahkan diri, maka semuanya menjadi aman. Tidak lagi dikejar-kejar seperti orang yang tidak lagi punya rumah. Berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, “ katanya.

Secara terpisah, Umar selaku kuasa hukum para tersangka yang dihubungi wartawan, meminta para tersangka tidak lagi menjadi buronan oleh Kejati NTT. Dirinya berharap agar para tersangka dalam waktu dekat menyerahkan diri agar tidak menghambat proses hukum dalam kasus itu. (che)

=====

Foto: Kasi Penkum dan Humas, Ridwan Angsar, SH

Komentar ANDA?