Enam Kabupaten di NTT, Terancam Rawan Pangan

0
223

KUPANG, NTTsatu.com – Minimnya curah hujan yang melanda seluruh wilaya di Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengakibatkan sejumlah daerah gagal tanam hingga berdampak pada ancaman rawan pangan bagi masyarakat di sejumlah daerah.

Dari data yang telah di input Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi NTT, enam kabupaten di Provinsi NTT, sangat berpotensi terjadinya ancaman rawan pangan dan juga bisa berdampak pada bencana kelaparan bagi masyarakat setempat. Enam kabupaten tersebut yakni kabupaten Timur Tengah Utara (TTU), Alor, Flores Timur, Sikka, Manggarai Barat dan Sabu Raijua.

Demikian penjelasan Kepala Badan Ketahanan Pangan Dan Penyuluhan Provinsi NTT, Hadji Husen dalam rapat kerja bersama Komisi II di ruangan Komisi II DPRD Provinsi NTT senin, (18/1). Turut hadir dalam kesempatan itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Mifdonth Abola yang didampingi oleh sejumlah stafnya. Rapat kerja ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD NTT Anton Bele.

Husen menjelaskan, ancaman rawan pangan bagi masyarakat di enam Kabupaten ini, diakibatkan oleh terjadinya kerusakan terhadap sejumlah komoditi pertanian warga berupa, padi, jagung, ubi Kayu dan ubi jalar. Selain itu, hasil pemantauan posko BKP2 Provinsi NTT di enam Kabupaten menemukan prosentasi kerusakan padi sebanyak 56,8 persen dan jagung sebanyak 53,7 persen. Sementara di Kabupaten lain, hingga saat ini masi dilakukan pendataan.

“Kita masi mengharapkan hujan yang cukup pada Februari. Karena masuk fase awal generative dan membutuhkan air. Pelbagai laporan yang masuk bersifat dinamis dan berkembang sesuai kondisi lapangan. Dan akan dilaporkan secara periodik untuk pengambilan keputusan selanjutnya,” ujar Husen.

Husen mengatakan, langkah-langkah antisipasi yang dilakukan BK2 provinsi NTt terhadap ancaman rawan pangan yakni, meningkatkan sistem kewaspadaan dan keposkoan untuk rujukan rekomendasi antisipasi sesuai surat Gubernur NTT kepada 22 kabupaten dan kota. Selain itu, harus efektifkan kerja kelompok kerja (pokja) DKP dan tim terpadu bersama BPBD, dinas Sosial, dinas pertanian dan perkebunan, Dinas PU dan dinas Kesehatan. (bp)

====

Keterangan foto: Kepala Badan Ketahanan Pangan Dan Penyuluhan Provinsi NTT, Hadji Husen

Komentar ANDA?