Engkaulah Putera-Ku Kesayangan-Ku, Engkau Berkenan di Hati-Ku

0
720

Oleh Rm. Ambros Ladjar, Pr

Minggu, 09 Januari 2022.
Yes 42: 1-4, 6-7 & Kisra 10: 34-38 dan Injil Lk 3: 15-26, 21-22.PESTA PEMBAPTISAN TUHAN

Salah satu bentuk ungkapan cinta yang paling menyolok adalah saling memberi hadiah. Orangtua memberi anak Hadiah di Hari Ultah. Sebaliknya anak-anak memberi hadiah orangtua di hari kenangan Ultah atau pernikahan. Dalam pertemanan orang saling menukar cinderamata. Saat pacaran juga orang yang saling cinta memberi hadiah. Semuanya tak cuma sekedar memberi materi, melainkan agar selalu dikenang dan tak boleh dilupakan makna cinta di baliknya.

Menyimak pesan injil Lukas pikiran kita langsung tertuju kepada figur Yohanes dan Yesus. Yohanes memang duluan lahir. Setelah Elisabet mengandung pada bulan ke 6, barulah Maria mendapat kabar dari malaekat Gabriel bahwa ia dipilih menjadi ibu Tuhan (Lk 1,36). Ketika Yohanes mulai membaptis orang di sungai Yordan, dikira dia adalah Mesias. Namun dia akui dengan jujur: Aku bukan Mesias. DIA yang lebih berkuasa dari padaku akan datang, cuma tetap orang sangsi. Yesus memang tak punya dosa, tapi mengapa Yohanes membaptis Yesus?

Yohanes sungguh sadar bahwa dirinya tak berarti di hadapan Yesus. Jangankan membaptis, membuka tali sepatu-Nya pun ia tak pantas. Dia membaptis dengan air bukan tanda pertobatan. Air sebagai sarana pembersihan bagian luar tubuh, tapi bukan mengubah seluruhnya. Beda dengan Yesus yang lebih berkuasa karena membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api. DIA memurnikan bagian luar dalam diri serta mengubah kodrat kita secara utuh. Di sana tampak tanda Keilahian Yesus sebagai Putera Allah. DIA ingin solider dengan kita manusia berdosa. Sebab itu perutusan-Nya mendapatkan pengesahan dari Allah Bapa. Saat itu langit terbuka dan datang suara: Engkaulah Putera kesayangan-Ku. Engkau berkenan di hati-Ku.

Yesus dibaptis setelah semua orang menerima baptisan Yohanes. Dalam kekuatan Roh Kudus, Yesus mewujudkan kepenuhan nilai kasih itu di tengah kehidupan manusia. Allah telah memanggil DIA dan mengutus-Nya menjadi terang bagi bangsa-bangsa (Yes 42,6). IA paham bahwa sasaran keselamatan itu tak selamanya disambut baik semua orang. Faktanya memang demikian karena banyak orang lakukan perlawanan secara terang- terangan di kalangan elit Yahudi. Bagi mereka Yesus bukan Mesias maka ditolak.

Pembaptisan kita adalah pintu masuk persekutuan kristiani. Sebuah identitas khas kemuridan kita pengikut Kristus. Dengan baptisan Roh maka Yesus memberikan kita kekuatan agar mampu menempuh cara hidup baru yakni pertobatan. Kita merubah haluan hidup agar mendapatkan penghapusan dosa. Kenyataan kita hanya berlaku jadi orang kristen yang kaget-kaget. Karena ada hajatan di rumah kita nyatakan diri katolik. Ada juga hanya kejar saat NaPas (Natal Paska). Jadinya pasangan hidup dari iman lain lebih militan ketimbang kita yang sejak awal katolik.

Salam sehat di Hari Minggu buat semuanya. *Tetap taat menjalankan Prokes*. Tuhan memberkati segala aktivitas hidup keluarga kita masing-masing dengan kesehatan, keberuntungan, sukses dan sukacita hidup. Amin 🙏🙏🌹✝️🌹🌲⭐🎉🎁🛍️🧀🍇🔔🔔🇮🇩🇮🇩

Komentar ANDA?