Fahri Hamzah Klaim Publik Justru Tak Setuju Setnov Dihukum

0
148

NTTsatu.com – Presiden Jokowi meminta Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menghormati suara rakyat terkait putusan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Ketua DPR, Setya Novanto. Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, merasa agak bingung dengan pernyataan Jokowi tersebut.

Fahri mengklaim justru rakyat marah jika Ketua DPR Setya Novanto dilengserkan.

“Publik mana yang didengar Pak Jokowi. Kalau publik, saya dengar kemarin enggak setuju Pak Novanto diganti atau dihukum,” kata Fahri di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (16/12).

Politikus PKS ini geram jika DPR di ranah legislatif kinerjanya dipantau oleh pemerintah di ranah eksekutif. Menurutnya tak layak pemerintah mengawasi DPR.

“Sekarang ini adalah DPR yang mengawasi eksekutif, jangan dibalik. Tidak boleh itu eksekutif mengawasi DPR. Dia tidak punya hak itu. Konstitusi berdasarkan UUD 45 anggota DPR itu dipilih dengan mandat mengawasi pemerintah,” tuturnya.

Menurut Fahri, setiap pejabat di pemerintahan harus tahu diri terkait batasan kerja-kerjanya. Dia berharap tak ada intervensi pemerintah ke DPR.

“Jadi sebaiknya kita ini para pejabat ini tahu diri dan membatasi diri. Jangan kita mengintervensi dan mengganggu jalannya proses yang ada di DPR ini,” pungkasnya. (sumber: merdeka.com)

Komentar ANDA?