Festival Sandalwood Diharapkan Dapat Mendorong Obyek Wisata di Sumba

0
202
Foto: Parade Kuda yang siap menempuh perjalan dari Waikabubak, Sumba Barat menuju Tambolaka Sumba Barat Daya

NTTsatu.com  – WAIKABUBAK – Pulau Sumba memiliki simbol-simbol adat dan budaya daerah yang patut dilestarikan dan dipamerkan sebagai salah satu daya tarik bagi wisatawan.

Sumba juga sangat terkenal dengan tenun ikat dan motif-motifnya yang unik dan khas serta salah satu ikon yang mendunia yaitu tempat bermukimnya ribuan ekor kuda sandalwood. Dengan dilaksanakannya event Festival Sandalwood ini diharapkan dapat mendorong pengembangan obyek wisata dan percepatan pembangunan infrastruktur di daratan Sumba.

Harapan ini disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Benny A. Litelnoni, saat Membuka dan Melepas Parade 1001 Kuda Sandalwood serta Festival Tenun Ikat di Lapangan Manda Elu Kota Waikabubak, Sabtu, 8 Juli 2017.

Menurut Wagub Litelnoni, untuk membangun pariwisata di Kabupaten Sumba Barat perlu adanya dukungan dari semua pihak dan yang lebih penting lagi adalah harus gencar melakukan promosi sambil juga mempersiapkan infrastruktur yang baik.

Wagub Litelnoni mengatakan bahwa berbicara tentang pariwisata tidak seperti menjual kacang goreng di pasar. Karena itu harus bisa meramunya secara baik pengelolaan pariwisata dan masyarakat Kabupaten Sumba Barat dituntut untuk memberikan keramahan agar wisatan menjadi betah dan dapat memberikan informasi yang baik kepada wisatawan lainnya.

Foto: Wagub NTT, Benny Litelnony ketika membuka dan Melepas Parade 1001 Kuda Sandalwood serta Festival Tenun Ikat di Lapangan Manda Elu Kota Waikabubak, Sabtu, 8 Juli 2017

Sedangkan Bupati Sumba Barat, Agustinus Niga Dapawole menyampaikan proficiat dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan Festival Parade 1001 Kuda Sandalwood dan Festival Tenun Ikat di Kabupaten Sumba Barat.

“Meski dengan berbagai keterbatasan yang ada akhirnya kita dapat menyaksikan pagelaran pada hari ini. Kita berharap melalui kegiatan ini nama Sumba terus mencuat sebagai salah satu destinasi wisata favorit tidak hanya di lingkup domestik namun juga mancanegara,” kata Bupati Dapawole.

Bupati Dapawole menjelaskan, Festival Sandalwood dan Tenun Ikat ini memiliki arti penting dan bermakna strategis dalam upaya menjaga, melestarikan dan sekaligus mempromosikan budaya Sumba pada level nasional maupun internasional.

“Bagi kami Bali adalah masa lalu, Labuan Bajo masa kini dan Sumba adalah masa depan”, kata Bupati Dapawole yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh masyarakat Kabupaten Sumba Barat.

Sementara Laporan Panitia yang disampaikan oleh Asisten I Setda Kabupaten Sumba Barat, Ibrahim Kedu Jawa, jumlah peserta Festival Sandalwood terdiri dari Kota Waikabubak 65 ekor kuda, Kecamatan Loli 65 ekor kuda, Wanokaha 50 ekor kuda, Lamboya 40 ekor kuda, Tana Righu 20 ekor kuda dan Lamboya Barat 10 ekor kuda. Sedangkan Festival Tenun Ikat dari Kota dan Loli sebanyak 100 orang dan Lamboya 71 orang.

Turut hadir pada acara tersebut Ketua Komisi I DPRD Provinsi NTT, Kasintus P. Ebu Tho, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTT, Alexander Sena, Forkompimda Kabupaten Sumba Barat, Wakil Bupati Sumba Barat beserta Ibu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumba Barat beserta Ibu, Kadis Perhubungan Provinsi NTT, Richard Djami, Kepala Biro Humas Setda Provinsi NTT, Semuel D. Pakereng, serta undangan lainnya.  (*/bp)

Komentar ANDA?