FKF NTT Minta Bubarkan Ormas Yang Mengganggu Keutuhan NKRI

0
206
Foto: Demo FKF dengan membawa sejumlah spanduk antara lain bertuliskan “Adili dan Bubarkan FPI”

KUPANG. NTTsatu.com – Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan dasar negara Pancasila itu harga mati, karena itu Organisasi massa yang  selalu bergerak untuk mengganggu keutuhan NKRI harus dibubarkan dari bumi Indonesia.

Pernyataan keras ini dilotarkan  Forum Kemajemukan Flobamorata (FKF) ketika menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis, 17 November 2016. FKF yang menggelar aksi damai dengan titik star di Gong Perdamaian Taman Nostalgia Kota Kupang ini terdiri dari unsure Brigade MEO NTT, Gerakan Pemuda (GP) Ansor NTT, Parade NTT, GMNI Cabang Kupang, BEM Staken, BLM Unika Widya Mandira Kupang, Hikmar Kupang, Imper Kupang, Forum Kebhinekaan NTT dan F. Prodem K.

Di Gong Perdamaian Taman Nostalgia Kota Kupang, FKF membuat ikrar perdamaian Kemajemukan atau Kebhinekaan  Untuk Persatuan Indonesia.

Ikrar perdamaian itu FKF menulis, politik rasis adalah upaya untuk menghancurkan persatuan nasional dan merupakan ancaman serius bagi Indonesia saat ini yang dapat menciptakan disintegrasi bangsa. Situasi Nasional yang terjadi saat ini yang tercermin dari Daerah Khusu Inbukota (DKI) Jakarta harus disikapi secara bijak khususnya di NTT dengan tetap mengedepankan semangat toleransi antar umat beragama yang tinggi, menghargai dan menghormati kemajemukan atau kebhinekaan.

NTT adalah Nusa Toleransi Tinggi atau Nusa Toleransi Terindah yang telah diakui secara nasional sehingga pada tanggal 30 Desember 2015, gubernur NTT, Frans Lebu Raya menerima penghargaan Kerukunan Hidup Umat Beragama. Hal ini memberikan gambaran kepada kita ahwa NTT mampu menunjukkan kemajemukan atau kebhinekaan merupakan kekayaan terbesar yang mampu dimanfaatkan secara optimal untuk membangun NTT.

Disamping itu, fakta memperlihatkan bahwa dari sekitar 5,3 juta pendudukan NTT, persentase umat Muslim di daerah ini sebesar 9 persen. Namun dari 9 persen umat Muslim di NTT tersebut, justru melahirkan Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno yang adalah seorang Muslim. Rakyat NTT justru mampu menerima dan menghargai kepemimpinan politik di lembaga legislative NTT karena sikap toleransi yang tinggi dan kesadaran bahwa rakyat NTT memiliki hak yang sama untuk melakukan pengabdian.

Dengan landasan kemajemukan aatau kebhinekaan untuk persatuan Nasional, mmaka kami menyatakan Ikrar Perdamaian sebagai berikut:

  1. Kami menolak segala bentuk praktek politik rasial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
  2. Kami menolak segala bentuk kekerasan atas nama Agama
  3. Kami menyerukan pembubaran organisasi-organisasi fundamentalis dan radikal atas nama agama
  4. Kami menyerukan penghargaan, penghormatan atas kemajemukan atau kebhinekaan sebagai kekayaan bangsa dalam bingkai Persatuan Nasional
  5. Kami menyerukan kepada seluruh yarkat untuk terus memupuk toleransi antar umat beragama, menjaga perdamaian dalam semangat Persatuan Nasuional
  6. Kami menyatakan secara terbuka bahwa Kemajemukan atau Kebhinekaan adalah Indonesia dan Indonesia adalah Kemajemukan atau kebhinekaan. Kemajemukan atau kebhinekaan adalah NTT dan NTT adalah Kemajemukan dan Kebhinekaan (bp)

Komentar ANDA?