FPK Gelar Seminar Nasional “NTT Rumah Pancasila”

0
145
Foto: Panitia Seminar ketika menggelar jumpa pers di Aula Kantor Kesbangpol provinsi NTT, Jumat, 26 Mei 2017

NTTsatu.com – KUPANG – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan menggelar seminar nasional tentang kebangsaan pada Selasa, 30 Mei 2017. Seminar ini dilakukan melihat fenomena bangsa Indonesia yang terpecah- pecah akibat isu SARA.

Seminar nasional ini dijadwalkan akan dihadiri Presiden Joko Widodo dan Ketua PBNU Said Aqil Siroj yang menjadi pembicara pada seminar nasional tersebut.

Tema Seminar Nasional Kebangsaan ini bertajuk “Refleksi Pancasila di Rumah Pancasila untuk Meneguhkan Relasi Damai Anak Bangsa”.

“Kami sudah kirim undangan ke Presiden Jokowi, namun belum ada konfirmasi kedatangan beliau. Karena secara protokoler kepresidenan, jawaban pasti soal kehadiran Bapak Presiden biasanya dia hari menjelang hari pelaksanaan, jadi kita masih menunggu konfirmasi dari Istana,” kata Ketua FPK Pius Rengka kepada wartawan, Jumat, 26 Mei 2017.

Sementara Ketua PBNU sudah diastikan hadir dalam seminar nasional tersebut. Dia akan membawakan materi tentang pandangan Islam tentang nilai- nilai Pancasila. Selain itu, Ketua GMIT pendeta Mery Kolimon juga akan membawakan materi yang sama dari sudut pandanng umat Kristiani.

Dalam seminar itu juga akan digelar panel diskusi yang menghadirkan Rektor Undana Fred Benu dan Ketua asosiasi ilmu politik Indonesia, Acry Deodatus.

Pius Rengka menjelaskan, dasar dilaksanakan seminar ini, karena nilai- nilai pancasila mulai pudar dengan isu- isu SARA. Diharapkan seminar ini bisa membuat setiap anak bangsa menyadari tentang nilai- nilai Pancasila.

Pada kesempatan itu juga akan diserahkan hibah tanah dari Theo Widodo kepada pemerintah NTT seluas 5000 meter persegi untuk pembangunan monumen Garuda Pancasila di jalur 40, Bolok, Kabupaten Kupang.

Monumen ini akan dibangun dengan tinggi 30 meter, dan didalamnya terdapat perpustakaan dan ruang kesenian. “Kami keluarga akan menghibahkan tanah itu untuk pembangunan monumen Pancasila,” kata Theo Widodo yang juga wakil Ketua FPK NTT dan ketua panitia Seminar Nasional itu. (bp)

Komentar ANDA?