FPK Serahkan 2.000 Masker Medis ke Gugus Tugas Penanganan Covid-19 NTT

0
532

NTTsatu.com — KUPANG — Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTT, Jelamu Ardu Marius atas nama Gubernur NTT menyampaikan apresiasi dan terimah kasih kepada perorangan, paguyuban, asosiasi, universitas, dan kelompok lain yang selama pandemi Covid-19, memberikan bantuan, sentuhan kemanusiaan, mewujudkan solidaritas kemanusiaan kepada sesama.

“Saat ini sudah ada puluhan bahkan ratusan paguyuban baik yang berasal dari NTT maupun  luar NTT yang memberikan bantuan kepada sesamanya di seluruh NTT. Baik berupa logistik kesehatan, APD, masker, disinfektan, maupun sembako,” ungkap Marius saat menerima rombongan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi NTT yang menyerahkan bantuan 2.000 masker medis kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 NTT, di Sekretariat Gugus Tugas Covid-19 NTT, Kantor Dinas Kesehatan Provinsi, Senin (8/6). Rombongan FPK NTT dipimpin Ketua, Theodorus Widodo, didampingi Dr. Jony Kiuk, Pdt. Thomas Arteta, dan Dominggus dari Kesbangpol NTT.

“Atas nama Gubernur NTT kami memberikan apresiasi kepada FPK NTT atas semua bantuan yang di berikan berupa 2.000 masker. Posko Covid-19 NTT akan mendistribusikan kepada sejumlah rumah sakit, puskesmas, atau lembaga lain yang membutuhkan masker,” terangnya.

Marius mengatakan, sesuai kesepakatan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT dan Kabupaten/Kota se NTT, mulai 15 Juni 2020, tata kelola pemerintah dan kegiatan pembangunan akan diaktifkan kembali. Namun protokol kesehatan harus diimplementasikan dengan lebih baik, seperti menggunakan masker.

“Penggnaan masker harus karena dengan menggunakan masker kita tidak menularkan virus, dan melindungi diri kita sendiri,” sebutnya.

Marius melanjutkan, protokol kesehatan lainnya seperti rajin mencuci tangan dengan sabun, menghindari kermunan, tidak menciptakan kerumunan yang sangat besar, menjaga imunitas tubuh, sesuai protokol dari WHO, dan arahan Presiden RI, Gubernur dan para Bupati/Wali Kota se-NTT harus menjadi perhatian utama.

“Hari ini FPK datang ke Posko Covid-19 NTT untuk menyerahkan bantuan 2.000 masker. Masker ini merupakan salah satu material yang sangat penting bagi kita. Kami ucapkan terima kasih dan mendorong para  asosiasi, paguyuban, lembaga pendidikan untuk juga berbagi pada sesama kita, tetangga kita, bukan saja masker tetapi makanan minuman, karena kita tahu secara ekonomi NTT sekarang ini sedang stagnan,” ungkapnya.

“Diharapkan dengan solidaritas diantara kita, kita kembali lagi memberikan dukungan kepada sesama saudara kita, semua level terkena dampak, namun yang sangat merasakan adalah mereka yang ekonomi menengah ke bawah, sehingga solidaritas diantara sesama sangat dibutuhkan,” sambungnya.

Ketua FPK NTT, Theodorus Widodo dalam kesempatan tersebut mengatakan, di NTT ada tiga forum yaitu Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), FPK dan Forum Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM).

Di FPK berkumpul wakil dari berbagai etnis, untuk melakukan banyak diskusi juga. “Tidak terlepas sekali-kali kami melakukan aksi dengan tujuan untuk meningkatkan semangat persadaraan silahturahmi antaretnis, dan meningkatkan tingkat emosional diantara kita. Misalnya seminar kebangsaan tahun 2018 yang dihadiri utusan dari seluruh Indonesia, dan penyerahan tanah untuk pembangunan monumen pancasila,” beber Theodorus.

Menurut Theo Widodo, dalam kesadaran sebagai kelompok masyarakat, sebagai bagian dari warga negara yang turut bertanggungjawab terhadap masalah yang dihadapi bangsa, FPK menyumbang dari masing-masing pribadi, dan hasilnya terkumpul 3.000 masker bedah.

“Dari jumlah ini, kami sepakati sebanyak 2.000 masker kami sarahakan  ke Gugus Tugas Covid-19 Provinsi, dan 1.000 masker lainnya rencananya akan kami serahkan ke Gugus Tugas Kota,” terang Theodorus Widodo. (*/bp)

======== Foto: Ketua FPK NTT, Theodorus Widodo (tengah) saat menyerahkan bantuan masker kepada Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT, Jelamu Ardu Marius disaksikan Pengurus FPK NTT,  di Posko Gugus Tugas, Disnas Kesehatan NTT, Jl. Palapa, Oebobo, Kota Kupang

Komentar ANDA?