FPK Sumba Timur Sudah Terbentuk Hingga Kecamatan

0
150

WAINGAPU. NTTsatu.com – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) di Kabupaten Sumba Timur sudah terbentuk di 22 Kecamatan di wilayah kabupaten tersebut. Sekarang tinggal penguatan kapastias yang harus dilakukan untuk membuat forum ini menjadi lebih berdaya guna.

Kepala Bidang Kesatuan Bangsa pada Bandan Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Sumba Timur, Helena Watimena mengataan hal itu dalam rapat antara Frum Pembauran Kebangsaan Provinsi NTT dan Forum Pembauran Kebangsaan Kabupaten Sumba Tmur di Waingapu, Rabu 01 Juli 2015.

Helena mengatakan hal itu ketika mendampingi tim FPK dari Provinsi NTT dalam pertemuan dengan anggota FPK Kabupaten Sumba Timur. Pertemuan itu dilangsungkan untuk salng memberikan masukan tentang situasi dan kondisi masyarakat menjelang Hari Raya Ibul Fitri dan persiapan menuju Pilkada Kabupaten Sumba Timur.

Dia menjelaskan, pembentukan FPK di tingkat kecamatan itu dilakukan selama tiga tahun berturut-turut. “Seharusnya bisa dibentuk sekali dalam setahun, namun karena berbagai keterbatasan termasuk keterbatasan dana maka dibentuk secara bertahap. Dan saat ini sudah semua kecamatan sebanyak 22 kecamatan sudah dibentuk FPK Kecamatan,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam bulan Agustus mendatang pihaknya akan melakukan kegiatan penguatan kapasitas FPK di semua kecamatan yang akan dilaksanakan serentak di ibu kota Kabupaten Sumba Timur.

”Kita akan mengundang semua FPK Kecamatan bersama FPK Kabupaten untuk mengikuti kegiatan penguatan kapasitas pada bulan Agustus mendatang. Kita juga akan meminta narasumber dari FPK Provinsi,” kata Helena.

Dikatakannya, FPK merupakan sebuah forum yang menghimpun para tokoh masyarakat dari berbagai unsur yakni agama Suku, etnis dan ras. Tujuanya adalah saling memberikan informasi aktual tentang kehidupan masyarakat.

Helena juga menjelaskan, pada umumnya kehidupan maasyarakat Sumba Timur dalam situasi yang sangat aman, namun tidak bisa dprediksi apa yang akan terjadi kemudan, terutama situasi bulan Pamadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri serta masa-masa persiappan Pilkada ini.

Karena itu dia mengajak anggota FPK untuk selalu proaktif berada dalam kehidupan masyarakat untuk mengamati kondisi yang ada. Jika ada sesuatu yang mencurigakan maka harus segera dilaporkan kepada pohak yang berwajib atau melalui Badan Kesbangpol Kabupaten untuk secepatnya diambil upaya penanganan. (bop)

Komentar ANDA?