Frater Paul Leo Leu CMM, Kepsek SMA SKO SMARD Lembata

0
1375

NTTSATU.COM — LEMBATA — Selama ini, yang diketahui SMATER Lembata adalah SMA Frater Don Bosco Lewoleba, terletak di Lamahora. Tetapi kali ini, kongregasi Congregatio Fratrum Beatae Mariae Virginis (Kongregasi Para Saudara Santa Perawan Maria, Bunda yang Berbelaskasih) yang didirikan 1844 melebarkan sayapnya dengan mengelola SMA SKO San Bernardino (SMARD) dengan menugaskan Frater Paul Leo Leu, S.Pd, M.Si, menjadi Kepsek SMA SKO SMARD.

Terhadap terobosan ini, Markus Labi, S.Sos, Ketua Cabang Yayasan Koker menyambutnya dengan gembira. Setelah mengambil sumpah jabatan pada Jumat 3 Juni 2022, Markus mengungkapkan bahwa Yayasan Koker merasa bangga karena bisa bekerjasama dalam persaudaraan dengan para frater CMM. Ungkapan itu pula telah disampaikan kepada pimpinan CMM Indonesia dalam pertemuan pada Senin 23 Mei 2022 yang lalu. Karena itu, Markus yang sekaligus Kadis Pemuda dan Olahraga itu meyakini bahwa pengalaman para frater mengelola pendidikan akan berimbas pada kemajuan SMARD ke depannya.

Cepat Tergerak dan Berbelaskasih

Perkenalan antara Yayasan Koker dengan Frater Paul sebenarnya hanya melalui media. Aneka pemberitaan di media online tentang Yayasan Koker menjadi kesan yang mendalam. “Saya ini orang yang cepat tegerak dan berbelaskasih. Rasa belas kasih itu pula yang diajarkan dalam kongregasi kami. Saya melihat, bagaimana mungkin orang sederhana yang masih berjuang untuk hidup seperti pengurus Yayasan Koker tetapi mereka ingin berbuat sesuatu. Saya sebagai anak Lembata juga merasa menjadi bagian dari sikap seperti ini dan segera tergerak untuk ikut ambil bagian”, demikian ungkap pria kelahiran Aliuroba, 22 April 1976.

Tetapi perekenalan itu tidak segera mendapatkan keputusan pasti. “Ketua Yayasan, mengundang saya untuk melihat sendiri keadaan di SMARD secara langsung di Lembata pada akhir April 2022. Dari pertemuan langsung dan juga beberapa kali diwawancara secara online, akhirnya kami sepakat bahwa apa yang saya rasakan itu tidak beda dengan kenyataan dan kami sepakat untuk memulai kerjasama ini”, demikian kisahnya.

Setelah dialog dan juga komunikasi dan pertemuan dengan pimpinan CMM Indonesia dengan Ketua Cabang Yayasan Koker Lembata, akhirnya disepakati. Terhadap kesepakatan ini, Paulus Doni Ruing, Pengawas Yayasan Koker mengatkaan kehadiran Frater Paul adalah sebuah berkat. Polce mengungkapkan bahwa mendapatkan seorang frater CMM yang juga S2 Biologi (dari Universitas Negeri Manado) adalah sebuah berkat ganda bagi Yayasan, demikian ungkapkan. Bagi PDR, tidak semua sekolah punya pimpinan S2 sama seperti standar yang selalu dimiliki SMARD sejak berdiri.

Hal yang sama diungkapkan Yosep Dai Luon, salah seorang anggota Yayasan. Menurut pria asal Lewokurang Lembata, di tangan kepemimpinan Frater Paul, pengelolaan potensi yang dimiliki Yayasan akan lebih maksimal lagi. Menurutnya dengan meningkatkan kuantitas murid yang dengan sendirinya menaikkan dana BOS akan menjadi sebuah bantuan berharga untuk pengelolaan pendidikan ke depannya.

Lemahlembut tapi Tegas

Saat ditanya, apa program ke depannya untuk menjadikan SMARD menjadi sebuah sekolah yang diminati masyarakat, pria yang pernah mengikuti pertukaran frater novis tahun 2002 di Kenya dan kemudian berkarya sebagai guru di negara yang sama (2009-2013) mengatakan kuncinya ada pada para guru untuk memiliki komitmen bersama membentuk persaudaran.

Menurutnya, guru perlu memperlakukan anak dengan lemah-lembut. “Sebagai guru kita bisa marah tetapi setelah itu harus merangkul kembali siswa. Sebagai guru kita harus ‘touch’ alias menyentuh hati anak dan kemudian baru ‘teaching’ mengajar. Kalau hati anak sudah disentuh maka akan mudah kita ajarkan mereka”, demikian ungkap Kepsek SMA Don Bosco Manada 2013-2016.

Kelemahlembutan bagi pria yang suka tik-tok ini harus disertai disiplin. Para guru perlu menunjukkan teladan yang baik agar mudah diikuti dan diteladani para siswa. “Saat saya masuk di SMARD, meski sekolahnya kecil tetapi tertata dan anak-anak kelihatan bersikap dengan sangat baik. Itu adalah contoh yang baik yang telah ditinggalkan oleh Ibu Marlin Baok, M.Pd dalam menahkodai sekolah selama 5 tahun terakhir” demikian ungkapnya.

Untuk itu, Frater Paul mengucapkan terimakasih karena Ibu Marlin telah meletakkan dasar yang kokoh dan tinggal ia lanjutkan. Ia juga berterimakasih karena Ibu Marlin masih menyertainya sebagai Wakasek Kurikulum sekaligus menjadi representasi untuk pendirian Institut Teknologi dan Pendidikan Vokasi (INTEL) di Lembata.

Branding SMARD

Saat ditanya tentang apa program SMARD ke depannya? Paria asal Aliuroba Kedang itu mengatakan bahwa branding merupakan prioritas. “Sebagai sekolah olahraga, maka saya akan fokus pada cabang olahraga tertentu yang bisa dijadikan branding dan dikembangkan dengan fasilitas yang baik”, demikian tuturnya.

Hal yang sama disampaikan Frater Paul pada saat tatap muda online dengan Yaaysan Koker Niko Beeker sehari sebelum pelantikan. Dr Wilhelmus Ola Rongan sangat sepakat dengan program branding. Namun demikian, Ola mengungkapkan bahwa perlu disertai identifikasi dengan data, lalu merumuskan fasilitas serta pelatih agar kemudian branding itu bisa terbentuk secara gradual.

Hal yang sama ditekankan Dr Hipolitus Kristoforus Kewuel. Dosen Universitas Brawijaya itu bahkan menyatakan bahwa branding itu bisa dikembangkan lebih profesional menjadi seperti Training Centre. Dari TC ini bisa jadi produk yang bisa menghidupi SMARD.

Terkait brading, Wilem Lojor, pendiri Yayasan Koker mengatakan bahwa selama ini Kempo dan Pencak Silat merupakan program unggulan. “Ibu Rosalia Lepang Wator merupakan guru yang sangat berprestasi dan telah merebut medali emas dalam bidang Kempo. Karena itu, Kempo bisa menjadi salah satu cabang yang bisa diangkat menjadi branding Selain itu, pak Iron Tolok juga sangat piawai dalam pencak silat sehingga bisa diorbitkan menjadi cabang olahraga favorit”, demikian ungkap CEO Lembata Sport and Security.

Dalam acara tersebut, selain melantik Fr Paul Leo Leu CMM sebagai kepsek, juga dilantik Ibu Marlin Baok M.Pd sebagai Wakasek Kurikulum dan Ibu Rosalia Lepang Wator, S.Pd sebagai Wakasek Kesiwaaan.

Acara pelantikan yang dilaksanakan dalam kesederhanaan dan penuh sukacita itu dihadiri oleh perwakilan frater CMM Lamahora. Hadir Kepala SMA Don Bosco, Ketua Cabang Yayasan CMM Lembata, dan Sekretaris Yayasan. Selain itu hadir Pengawas SMA selembata yang menjadi sebuah tanda dukungan dan kerjasama ke depannya. Hujan lebat turun setelah acara pelantikan itu dimaknai Frater Paul sebagai sebuah berkat dari alam untuk karya baru. (Team Humas Koker).

Komentar ANDA?