Gadis 29 Tahun Karyawati Kalbe Farma Kupang Ditemukan Penuh Luka Tusukan

0
4980
NTTsatu.com — KUPANG —  Agustin Martini (29), seorang  PT karyawati Kalbe Farma Kupang disekap dan dianiaya orang tak dikenal di kediamannya di Jalan RW Monginsidi III RT 24/RW 07 Kelurahan Nefonaek Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kejadiannya pada Rabu (1/4/2020) pagi sekitar pukul 05.00 wita dan korban masih dalam perawatan di RSU Siloam Kupang hingga saat ini.

Saat ditemukan, korban dalam keadaan sekarat dengan tubuh penuh luka tusukan. Ia diduga menjadi korban tindak pidana penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam. Belum diketahui pelaku yang menyekap dan menganiaya korban.

Kapolsek Kelapa Lima, AKP Andri Setiawan, menyebutkan saat kejadian, korban tinggal sendirian di rumah, sementara orangtuanya berada di luar kota.

Dari keterangan saksi yang sudah diperiksa, kata dia, saat ditemukan di kamar, korban dalam kondisi bersimbah darah dengan belasan luka tusukan di bagian lengan kiri dan memar pada bagian reher.

Ia menjelaskan, menurut saksi mata, Viktory Ariano Pukul (20), yang juga penjaga kios milik korban, sekitar pukul 05.00 wita, ia berangkat dari kos-kosan temannya di Kelurahan Liliba dan hendak ke lokasi kejadian untuk mengecek rumah korban.

Ia sempat membuka pintu pagar lalu masuk ke halaman rumah memanggil korban, namun, tak ada jawaban. Karena tak direspon, ia pun kembali ke kios dan menemui, Pius Rahmat (53) yang juga sopir mobil truk milik korban.

Sesaat kemudian, korban tiba-tiba menelepon Pius Rahmat. Karena sedang sibuk, Pius meminta Viktory menjawab panggilan telepon dari korban. Diujung telepon, korban dengan suara lemah meminta tolong. Kepada mereka, korban mengaku disekap dan dianiaya.

Mendengar pengakuan korban, Viktory dan Pius masuk ke dalam rumah korban melalui pintu kamar mandi, karena terkunci. Keduanya membongkar ventilasi pintu bagian samping kamar tamu dan masuk ke dalam kamar korban.

Keduanya kaget melihat korban yang saat itu dalam keadaan lemas bersimbah darah. Mereka langsung meminta pertolongan warga sekitar dan mengevakuasi korban ke Rumah sakit Siloam Kupang.

“Tidak menuntut kemungkinan pelaku penganiayaan orang dekat korban yang mengetahui kondisi dan situasi disekitar TKP. Karena, tidak ditemukan kerusakan di rumah korban,” ujarnya kepada wartawan, Senin (6/4/2020) petang.

Saat ini, korban masih berada di rumah sakit Siloam Kupang menjalani perawatan intensif.

“Korban belum bisa kita minta keterangan, jadi nanti kalau sudah bisa kita infokan ya,” katanya.  (*/bp)

Komentar ANDA?