Gara-Gara Pandemi Covid-19, IPM Ende 2020 Alami Perlambatan

0
348

NTTsatu.com — ENDE — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ende menunjukkan adanya perlambatan pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2020 dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kepala BPS Kabupaten Ende Ir Paulus Puru Bebe dalam keterangan kepada nttsatu.com di ruangan kerja 26/2/2021

Lebih lanjut Paulus mengatakan hal ini dipengaruhi oleh pandemi covid-19 yang melanda Tanah Air IPM Kabupaten Ende Tahun 2020 tercatat sebesar 67,04, atau menurun 0,16 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya 2019 sebesar 67,20

“Menurunnya IPM ini sangat tipis ini memang tidak biasa karena pada tahun-tahun sebelumnya, setiap tahun IPM biasanya meningkat sekitar 0,5 sampai 0,6 (persen). Tetapi pada tahun 2020 hal itu tidak terjadi, IPM hampir flat. Salah satu penyebabnya karena ada Covid-19,” ujar Paulus

Selanjutnya Paulus menyampaikan bahwa walaupun banyak indikator yang mengalami penurunan namun secara peringkat Indek pembangunan Manusia di Nusa tenggara Timur untuk Kabupaten Ende tetap berada di peringkat ke 3 dari 22 kabupaten kota di Nusa Tenggara Timur atau dibawah kota kupang dan kabupaten Ngada.

Perlambatan pertumbuhan IPM tahun 2020 sangat dipengaruhi oleh turunnya rata-rata pengeluaran per kapita yang disesuaikan. Indikator ini turun dari Rp 9,315 Juta pada 2019 menjadi Rp 9,049 juta pada 2020.

“Pandemi yang melanda Ende sejak awal Maret 2020 ini mengakibatkan banyak masyarakat yang mengalami penurunan pendapatan. Sehingga pengeluaran per kapita mengalami penurunan,” kata Paulus

Dari sisi pendidikan, pada 2020 anak-anak berusia 7 tahun memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 13,78 tahun atau hampir setara dengan lamanya waktu untuk menamatkan pendidikan hingga setingkat Diploma II.
Angka ini meningkat 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 13,77 tahun.

Selain itu, rata-rata lama sekolah penduduk umur 25 tahun ke atas juga masih meningkat 0,01 tahun, dari 7,80 tahun pada tahun 2019 menjadi 7,81 tahun pada tahun 2020

Dari sisi kesehatan, bayi yang lahir pada tahun 2020 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 65,17 tahun, lebih lama 0,12 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.

“Umur harapan hidup pada tahun 2020 ini masih meningkat 0,12 tahun. Ini bisa terlihat dari berbagai indikator yangs angat mensuport umur harapan hidup,” kata Paulus

Indikator tersebut diantaranya adalah persentase rumah tangga yang bisa mengakses air minum layak, mengalami peningkatan dari tahun 2019 ke tahun 2020. Kemudian persentase perkawinan dini juga mengalami penurunan dari tahun 2019 ke tahun 2020.

Juga tingkat morbiditas yang mengalami penurunan. “Sehingga pada tahun 2002 ini umur harapan hidup masih meningkat 0,12 tahun,” pungkas dia.(ino)

Komentar ANDA?