Garda NTT Gelar Diskusi Dengan BKH Bacagub NTT

0
166
Foto: Gerakan Patriot Muda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT) foto bersama Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Benny Kabur Harman (BKH) di Jakarta (ist)

NTTsatu.com – Jakarta –   Organisasi kepemudaan Gerakan Patriot Muda Nusa Tenggara Timur (Garda NTT) menggelar diskusi dengan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Benny Kabur Harman (BKH) di Jakarta, Rabu, 05 Oktober 2016 lalu.

Hadir dalam diskusi tersebut, sekitar 60 lebih mahasiswa asal NTT dari sejumlah kampus berbagai fakultas di Jakarta. Mereka tampak antusias mengikuti diskusi dan mendengar dengan cermat paparan singkat dari politisi partai Demokrat ini. Acara diskusi ini dipandu Yoseph Oktavianus seorang mahasiswa asal Sikka dari Fakultas Hukum Universitas Bung Karno.

Diskusi ini membahas segala aspek, diantaranya mengenai perjalanan Benny menuju kursi DPR RI dan juga sejumlah problem yang ada di NTT seperti human trafficking, kemiskinan, korupsi, penegakkan hukum dan lainnya. Diskusi dibagi dalam dua sesi tanya jawab. Tak kurang dari dua belas (12) orang mahasiswa menanyakan kepada Benny bagaimana jalan keluar untuk mengatasi nada-nada minor yang melekat di NTT.

Kepada Benny, Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Garda NTT, Herlina Lenty sempat menanyakan solusi mengatasi problem human trafficking yang saban hari kian santer di NTT. “Bapak kan di Komisi III, komisi yang menangani bidang hukum. Bagaimana menyelesaikan kasus-kasus human trafficing yang marak terjadi di NTT,” tanya Lenty.

Menjawab pertanyaan tersebut, kata Benny, persoalan di NTT saat ini bukan hanya persoalan hukum tetapi dilatarbelakangi faktor klasik, misalnya; kemiskinan, pendidikan, sumber daya manusia dan lain sebagainya. Tetapi faktor pemimpin juga membuat NTT sulit maju.

“Kita tidak usah menggunakan istilah human trafficking. Istilah itu terlalu keren. Padahal yang terjadi sebenarnya perdagangan budak yang kebetulan berasal dari NTT. Saya tentu beri prihatin dan beri atensi khusus soal ini,” ujar calon gubernur NTT 2018 ini.

Sementara itu, Ketua Umum Garda NTT, Wilfrid Yons Ebiet mengapresiasi atas kehadiran politisi asal Manggarai tersebut. Ebiet mengatakan kehadiran Benny adalah sebuah kehormatan bagi Garda NTT.

“Kami sangat berterimakasih atas kehadiran pak Benny, yang mau bergabung bersama kami anak-anak muda NTT. Mungkin ini kali pertama kami bisa tatap muka bersama calon pemimpin kami. Tentu kedepannya kami berharap ada calon-calon lain yang mau berdiskusi dengan kami. Garda NTT terbuka untuk siapa saja. Karena itu kami akan mengundang calon-calon lain dan ingin mendengarkan secara langsung apa yang mereka pikirkan soal NTT,” tukas Ebiet.

Senada dengan Ebiet, Sekretaris Jenderal Garda NTT, Marlin Bato punya kesan yang sama. Namun beliau berharap agar kegiatan diskusi seperti ini menjadi agenda rutin untuk mempertemukan tokoh-tokoh dengan kaum muda NTT di Jakarta.

Dalam closing statemennya, Marlin mengatakan, “Saya mungkin sudah 3 kali ketemu pak Benny. Pertama di bandara Ngura Raih Bali sekitar tahun 2013 lalu. Kedua, bertemu di komisi III DPR RI dan terakhir di Mas Miskun ini. Saya memang kerap mendengar selentingan-seletingan diluar soal sosok pak Benny. Tetapi saya ini mirip seperti Thomas, agaknya sulit percaya dengan apa yang saya dengar kecuali melihat sendiri. Tetapi kesan saya hari ini berubah, karena pak Benny mau bergabung disini,” tutup Marlin. (indopost/bp)

Komentar ANDA?