Gde Sardjana Bicara Transfer, Dugaan Makar dan Aksi 212

0
174
Foto: Gde Sardjana suami cawagub DKI Jakarta Sylviana Murni (ist)

NTTsatu.com – Jakarta – Selama 8 jam, Gde Sardjana suami cawagub DKI Jakarta Sylviana Murni diperiksa terkait dugaan makar. Dia menjelaskan aliran dana ke Zamran tersangka dalam kasus UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) atas dugaan penyebaran informasi berbau SARA.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan Gde diperiksa karena ada aliran dana pernah mentransfer sejumlah uang kepada salah satu tersangka kasus ITE yang juga menjadi saksi kasus dugaan permufakatan makar, Zamran.

“Jadi saksi pernah memberikan sejumlah uang kepada saksi Zamran. Ini diberikan sebelum kegiatan tanggal 2 Desember,” terang Argo.

Atas pemanggilan polisi tersebut, Mpok Sylvi memastikan suaminya akan kooperatif dengan aparat penegak hukum. Cawagub DKI Jakarta nomor urut satu itu juga memberikan dukungan kepada suami tercinta agar bisa melewati ujian ini.

“Memang kalau mau berbuat untuk masyarakat itu ujiannya banyak, apalagi masyarakat yang besar, pastilah ujiannya banyak. Insya Allah kami lulus ujiannya,” ujar perempuan mantan None Jakarta.

Gde akhirnya memenuhi panggilan polisi pada Jumat 30 Desember 2016. Gde menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Subdit Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya sejak pukul 12.45 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

Gde membantah terlibat dalam permufakatan makar. Dia mengaku mentransfer uang Rp 10 juta untuk Zamran. Gde menegaskan uang tersebut dikirim sebatas untuk biaya operasi istri Zamran, tidak ada kaitan dengan makar maupun aksi 2 Desember 2016 lalu.

 

Berikut Pengakuannya

Gde Sardjana membantah dirinya terlibat dalam permufakatan makar. “Itu (dugaan keterlibatan makar) fitnah,”ujar Gde usai diperiksa di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (30/12/2016).

Dia menyebut uang yang dikirim kepada Zamran, tidak ada kaitannya untuk pendanaan makar. “(Uang yang dikirim) untuk perkawanan, karena istrinya mau operasi,” ujar Gde yang terbalut baju batik lengan pendek warna biru ini.

Gde Sardjana mengaku mentransfer uang Rp 10 juta ke rekening Zamran. “Sepuluh juta. Enggak (lebih), emang saya kebanyakan uang apa?” ujar Gde.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono sebelumnya mengatakan Gde diperiksa karena ada aliran dana kepada Zamran, yang diduga ada keterkaitannya dengan pendanaan makar.

“Jadi saksi pernah memberikan sejumlah uang kepada saksi Zamran. Ini diberikan sebelum kegiatan tanggal 2 Desember,” imbuhnya.

Gde menegaskan uang tersebut sama sekali tidak ada kaitannya dengan dugaan permufakatan makar ataupun aksi 2 Desember lalu.

“Ya enggaklah ngapain bantu-bantu orang demo, enggak ada urusan. Nggak ada kaitannya sama sekali,” sambungnya.

Gde mengatakan, dirinya mengenal Zamran ketika sama-sama menjadi pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesi (KONI). Dia mengaku tidak kenal dengan Rachmawati Soekarnoputri maupun tersangka lainnya dalam kasus dugaan makar.

“Saya enggak ada kenal sama mereka. Enggak tahu, enggak kenal saya,” katanya.

Selain itu Gde juga mengaku tidak mengetahui apapun soal aksi 212. “Saya? Demo saja seumur hidup saya nggak pernah, enggak ada kaitan,” tegas dia.

Sylvi berkata suaminya akan kooperatif dengan aparat penegak hukum. “Rasanya hari ini ya, suami saya sangat kooperatif kok. Ini negara hukum, namanya praduga tak bersalah itu jelas. Dipanggil kapan saja sepanjang sehat pasti datang karena kita yakin kita tak punya masalah apa pun. Allah maha segalanya kok,” ujar Sylvi di Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (30/12/2016).

Sylvi juga bercerita sedikit tentang kondisi setelah berita pemanggilan suaminya mencuat. “Saya enggak sempat mikir gitu (suami terlibat) karena saya tahu banget suami saya gitu, keluarga saya semua, sampai saya bilang ikutin kami saja deh 24 jam. Saya punya anak 2, terus suami saya, rasanya semua kegiatan sangat transparan ya, apalagi kepikiran gitu-gitu, nggaklah,” kata Sylvi.

Sylvi mengatakan dia dan keluarga sadar bahwa mereka sedang dirundung ujian. Dia berkata keluarga besarnya akan tetap solid dan bisa menghadapi masalah ini.

“Tapi kami sadar kami sedang menghadapi ujian dan kami insya Allah menjadi keluarga yang solid. Saya yakin Allah bersama kita, ujian buat kami dan kami lulus dari ujian ini,” ungkapnya.

Dia maupun suaminya tetap saling mendukung. “Aku pergi pagi-pagi ya, saling semangat, biasa, aku cium tangan. Aku punya meja demokrasi, ya meja makan, kita biasa ngobrol apa saja, saling mendukung, men-support. Yang pasti silakan ikuti kami 24 jam, apa yang kami lakukan dan saya kira semua tahu kok,” ujarnya. (detik.com)

Komentar ANDA?