Gedung Kantor Gubernur Segera Dirubuhkan

0
204

KUPANG. NTTsatu.com – Gedung kantor gubernur tiga lantai di Jln. El Tari Kupang yang terbakar Desember 2013 lalu akan segera dirubuhkan untuk dibangun baru dengan konstruksi lima lantai. Sedangkan aset gedung yang masih memiliki nilai jual, belum ditetapkan harganya.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Frans Salem yang dihubungi di Kupang, Selasa (18/8) menjelaskan, untuk merubuhkan gedung berlantai tiga di Jln. El Tari Kupang itu, sudah diumumkan pemenang tender. Jadwalnya, setelah peringatan HUT RI ke- 70 ini langsung dirubuhkan, mengingat pembanngunan fisik dengan konstruksi lima lantai mulai dibangun pada September 2015.
“Sesuai dengan perencanaan, gedung yang akan dibangun setelah dirubuhkan itu sudah harus selesai pada Desember 2016. Apalagi sejumlah biro yang selama ini menempati gedung itu, sudah pindah ke kantor gubernur lama yang sudah selesai dibangun,” kata Frans.
Ia menjelaskan, jika sudah selesai dibangun kembali, maka semua biro akan berkantor lagi di gedung yang baru itu. Sedangkan kantor yang sementara ditempati akan ditempati oleh sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD), seperti Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perikanan, Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh. Sedangkan UPT Perkebunan yang selama ini berkantor di Jln. Palapa Kupang akan dipindahkan untuk menempati Gedung Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh. Sehingga Unit Perkebunan dimaksud berdekatan dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan di Jln. Polisi Militer.
Lebih lanjut Frans jelaskan, sejumlah gedung kantor yang tidak dipakai dan berada di tempat strategis akan disewakan kepada lembaga internasional (NGO). Karena selama ini, ketika hendak melaksanakan program di NTT, mereka selalu meminta bantuan pemerintah untuk sewakan gedung. Tapi karena kemampuan pemerintah juga terbatas, maka pemerintah tidak memenuhi kebutuhan semua NGO yang hadir di NTT.
Dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTT dengan pemerintah provinsi sebelumnya telah menyepakati, anggaran yang dialokasikan untuk membangun gedung kantor gubernur di Jln. El Tari senilai Rp178 miliar. Anggaran itu dialokasikan dalam dua tahun yakni tahun 2015 dan 2016.
Anggota DPRD dari Fraksi PKB, Yucun Lepa mengungkapkan, dibutuhkan adanya kepercayaan antara pemerintah sebagai pelaksana kegiatan dan dewan sebagai pengawas. Kualitas pekerjaan tidak ditentukan dari cepat atau lamanya waktu, karena konsultan perencana sudah melakukan kajian.
“Saya sependapat dengan paparan pemerintah bahwa waktu untuk membangun gedung kantor Gubernur di Jln. El Tari selama dua tahun,” papar Yucun.
Senada disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Gusti Beribe. Ia menyatakan, sepakat dengan pemerintah untuk membangun gedung kantor gubernur dimaksud yakni dua tahun. Namun sangat diharapkan agar kualitas bangunan benar- benar tercapai sesuai yang diharapkan.
Wakil Ketua DPRD NTT, Alex Take Ofong menyebutkan, terkait pembangunan gedung kantor gubernur yang terletak di Jln. El Tari Kupang, waktu yang dibutuhkan selama dua tahun. Total anggaran yang dibutuhkan senilai Rp178 miliar dengan rincian, pada tahun anggaran 2015 dialokasikan sebesar Rp60 miliar dan tahun anggaran 2016 sebesar Rp118 miliar. Lamanya waktu kerja dan alokasi anggaran akan dituangkan dalam nota kesepakatan yang akan diserahkan dalam agenda sidang paripurna. (bp)

Komentar ANDA?