Golkar Tegaskan Pemilu Tetap Penting Dilaksanakan

0
112

NTTSATU.COM — JAKARTA – Partai Golkar pun ikut bicara soal pernyataan Ketua Umum NasDem Surya Paloh bahwa lebih baik pemilu tidak usah digelar jika berujung perpecahan. Golkar menegaskan, secara sistem, pemilu harus tetap dilaksanakan.

“Statement ini kan terkait politik identitas. Jika bicara sistem, pemilu harus reguler dilaksanakan,” kata Wakil Ketua Umum Golkar Nurul Arifin kepada wartawan, Selasa (26/7/2022).

Nurul lantas bicara pentingnya peran partai politik untuk mencegah perpecahan tersebut. Menurutnya, partai politik bisa lebih mengedukasi kader untuk tidak menggunakan isu SARA saat berkampanye.

“Dalam hal ini, peran partai politik menjadi sangat penting untuk mengedukasi dan mengadvokasi para kadernya agar tidak menggunakan isu SARA dalam berkampanye. KPU dan Bawaslu telah mengatur bab tentang ini. Tinggal kita sebagai bagian dari aktor politik untuk tidak terjebak menggunakan isu-isu primordial tersebut,” tegasnya.

Anggota Komisi I DPR ini menyatakan pemilu penting untuk dilaksanakan demi melanjutkan sistem pemerintahan. Dia mengingatkan para elite politik untuk tidak menyerah dan meningkatkan komitmen untuk menjaga persatuan.

“Pemilunya sendiri tetap penting dalam sistem demokrasi dan harus dilaksanakan. Kita tidak boleh menyerah. Masyarakat pastinya melihat elite politiknya. Tugas kita bersama untuk memastikan bahwa komitmen untuk terus bersatu dalam memelihara NKRI,” ujarnya.

Sebelumnya, Surya Paloh menyampaikan orasi ilmiah saat penganugerahan gelar kehormatan doktor honoris causa (HC) dari Universitas Brawijaya Malang. Dalam orasinya, Paloh memandang lebih baik pemilihan umum (pemilu) tak digelar apabila berujung pada perpecahan bangsa.

Paloh mulanya berbicara soal praktik politik identitas yang baik dan yang buruk. Paloh mendukung praktik politik identitas yang baik dengan memunculkan kekhasan identitas dari suatu kelompok politik.

“Politik identitas menjadi good ketika dia menjadi ciri dari sebuah partai politik atau kelompok politik. Namun tidak membuat dirinya eksklusif dan tak mau mengenal yang lain, sebaliknya mereka telah mampu bersikap inklusif,” kata Paloh di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, Senin (25/7/2022).

Paloh mengatakan praktik politik identitas yang buruk dalam mengejar kemenangan pemilu pada akhirnya akan mempertaruhkan persatuan bangsa. Berdasarkan argumentasinya itu, Paloh lantas memandang lebih baik tak pemilu kalau berujung pada perpecahan bangsa.

“Terlalu pendek akal kita, terlalu tinggi nafsu kita, jika untuk memenangkan pemilu, kita harus mempertaruhkan persatuan dan kesatuan bangsa. Bagi saya pribadi, lebih baik tidak perlu ada pemilu kalau memang konsekuensi pemilu itu berujung pada perpecahan bangsa,” katanya.  (detik.com/bp)

========

Foto: Nurul Arifin, Wakil Ketua Umum DPP Golkar

Komentar ANDA?