GPS Bergerilia Mengatasi Masalah Sampah

0
272

NTTsatu.com — KUPANG — Semenjak dibentuknya Gerakan Peduli Sampah (GPS) ini, tim yang digagas langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) ini, terus bergerilya mengatasi masalah sampah yang saat ini menjadi momok bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya.

Dan hari ini Sabtu 13/03/2021, tanpa mengenal kata putus asa, sebagian besar anggota dibawah komando ketua GPS, Orson Basoeki, Kepala Biro Umum Setda Prov.NTT George Hadjoh, serta Wakil Ketua DPRD Kota Kupang Pardon Paulus, kembali
melakukan aksi pungut sampah yang berlokasi di seputaran Bukit Cinta, Kelurahan Penfui, Kabupaten Kupang.

Aksi yang melibatkan kurang lebih 100 orang ini, melibatkan anggota GPS, ASN serta Tenaga Kontrak dari Biro Umum Setda Prov NTT serta beberapa tenaga relawan lainnya. Kegiatan ini sendiri berlangsung sejak pukul 07.00 WITA sampai selesai.

Ketua GPS yang ditemui sesaat setelah kegiatan ini selesai mengungkapkan bahwa untuk mengatasi masalah sampah dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Bukan saja pemerintah Kota dan seluruh masyarakat Kota Kupang, tetapi juga dalam hal ini Pihak Pemerintah Kabupaten juga harus terlibat.

Hal ini menurut Orson karena lokasi yang saat ini sedang dibersihkan merupakan wilayah Kabupaten Kupang, tetapi masih berada di pinggiran Kota Kupang yang sering dilalui oleh orang banyak, apalagi daerah ini sangat dekat dengan bandara yang menjadi pintu masuk bagi para tamu yang datang berkunjung ke Kota Kupang.

“Jangan ada lempar tanggung jawab, karena masalah sampah merupakan masalah yang tidak bisa diselesaikan secara sendiri – sendiri,”  kata Orson.

Masih menurutnya, masalah sampah yang saat ini masih sangat tinggi, diakibatkan oleh kurangnya kesadaran dari masyarakat itu sendiri dan juga karena minimnya sarana pendukung. Oleh karena itu kedepan mulai dari pihak RT/RW, Lurah dan juga Dinas Kebersihan harus mampu memberikan edukasi secara terus menerus kepada masyarakat, agar masyarakat itu sendiri boleh sadar akan pentingnya pola hidup bersih. Apalagi menurutnya sampah merupakan pemicu tumbuh kembangnya penyakit Demam Berdarah yang angkanya cukup tinggi di NTT.

“Kalau ini berjalan baik, ditambah dukungan sarana yang cukup maka masalah sampah akan bisa diatasi, sehingga dengan sendirinya kasus demam berdarah dapat ditekan jumlahnya,” ungkap Orson optimis.

Sementara itu, Andry Nabut salah seorang ASN di lingkup Pemprov. NTT mengatakan bahwa dirinya merasa terpanggil untuk terlibat dalam aksi ini karena masalah sampah di Kota Kupang merupakan masalah serius yang sudah seharusnya mendapat perhatian khusus, bukan saja dari masyarakat tetapi juga dari pihak pemerintah.

“Saya merasa terpanggil untuk ikut terlibat dalam tim GPS yang digagas oleh Bapak Gubernur, karena sampah merupakan penentu kesehatan masyarakat itu sendiri dan juga kesehatan lingkungan,” ungkapnya.

“Oleh karena itu saya mengajak seluruh masyarakat dan juga pemerintah agar bergandengan tangan dan juga kompak untuk mengatasi masalah sampah di kota Kupang, agar kedepan kota ini menjadi kota yang sehat dan bersih. Maju Terus GPS,” ujar Andry sembari meninggalkan lokasi. (hms ntt/gan)

Komentar ANDA?