Ground Breaking Jembatan Pancasila Palmerah Ditunda

0
191
Foto: Kadis PU, NTT, Andre Koreh (ist)

KUPANG. NTTsatu.com – Sesuai rencana awal bahwa Presiden RI, Joko Widodo akan melakukan ground bereaking (peletakan batu pertama) pembangunan jembatan Pancasila Palmerah ketika menghadiri puncak Hari Nusantara di Lembata tanggal 13 Desember mendatang ditunda karena ada masalah teknis yang masih perlu dilakukan.

“Memang rencana awal kita sudah pasti bahwa Bapa Presiden Joko Widodo akan melakukan gound breaking Jembatan Pancasila Palmerah ketika menghadiri puncak kegiatan Hari Nusantara di Lembata, tetapi karena ada kendala masalah teknis maka diundur dan akan dilakukan kemudian,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT, Andre Koreh.

Dihubungi NTTsatu.com melalui telepon selulernya, Rabu, 23 November 2016, Andre mengatakan, ground breaking memang tidak bisa dilakukan, dan kemungkinan Presiden hanya melakukan peluncuran saja.

“Memang kenyataan seperti ini. Dua kali dilakukan lelang pra fisibility study (FS) tidak ada perusahan yang memenuhi persyaratan lelang jadi terpaksa lelang harus diulang lagi. Karena lelang memakan waktu lama, maka kita memutuskan tidak bisa dilakukan ground breaking tetapi hanya launching saja,” kata Andre.

Untuk diketahui, pembangunan Jembatan Pancasila Palmerah yang menghubungkan Larantuka, Flores Timur  dan Pulau Adoara di selat Gonzalu sudah ada komitmen dari perusahan di Belanda dan dengan dukungan Pemerintah Belanda untuk membantu pembangunan jembatan tersebut.

Selain jembatan, pihak perusahan di Belanda juga akan membangun listrik memanfaatkan tenaga arus Gonzalu yang memiliki kapasitias tenaga listrik yang sangat besar. Total anggaran yang akan digunakan untuk pembangunan ini mencapai sekitar Rp 5 trilun lebih.(bp)

Komentar ANDA?