Gubernur Belum Bersikap Soal Ijazah Palsu Bupati Lembata

0
147
Foto: Gubernur NTT, Frans Lebu Raya

KUPANG. NTTsatu.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya mengakui, dia belum bisa bersikap atas kasus dugaan ijazah palsu milik Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur. Namun dia berharap, proses hukum yang sedang berjalan harus benar-benar jujur untuk mengungkapkan dugaan tersebut.

Dihubungi di Kupang, Selasa, 03 Mei 2016, Gubernur Frans Lebu Raya mengaku sudah menerima dokumen berkas hasil temuan Pansus DPRD Lembata atas kasus itu.

“Saya sudah menerima berkas hasil temuan Pansus Ijazah Palsu Bupati Lembata yang dieserahkan oleh Pimpinan DPRD  dan pimpinan Pansus. Tadi mereka menemui saya di ruang kerja dan menyerahkan berkas itu, dan akan saya pelajari,” kata Gubernur.

Gubernur mengakui, dia terus mengikuti kondisi sosial politik di Lembata hingga saat ini dimana dia sangat prihatin terhadap apa yang sedang terjadi di Lembata. “Saya prihatin dengan kondisi sosial politik di Lembata saat ini,” katanya.

Ditanya, bagaimana sikapnya terhadap kasus dugaan ijazah palsu bupati Lembata itu, Frans Lebu Raya mengatakan, dia akan mempelajari dokumen ini dengan baik kemudian aru bisa bersikap. “Saya pelajari dulu dokumen ini. Namun saya berharap proses hukum yang sedang berjalan ini benar-benar harus secara jujur sesuai fakta, bukti yang ada,” tegasnya.

Sementara, Ketua Pansus Ijazah Palsu Bupati Lembata, Peterus Bala Wukak yang dihubungi di Kupang, Selasa (3/5/2016) mengakui dia bersama ketua DPRD Lembata Ferdinandus Kada pimpinan Pansus sudah menyerahkan berkas hasil kerja mereka kepada Gubernur NTT dan  Kapolda NTT.

Penyerahan berkas itu kata Bala Wukak, dilakukan berdasarkan rekomendasi Paripurna DPRD Lembata beberapa waktu lalu ketika pansus memprresentasikan hasil kerja mereka. (bp)

Komentar ANDA?