Gubernur: Harnus Untuk Bangun Lembata

0
172
Foto: Gubernur NTT, Frans Lebu Raya

Pelaksanaan Puncak Hari Nusantara (Harnus) tahun ini dilaksanakan di Lewoleba, Kabupaten Lembata. Berbagai pihak meragukan kesiapan daerah ini menjadi tuan rumah digelarnya hajatan besar berskala nasional ini.

Keraguan itu memang beralasan karena keterbatasan sarana dan prasarana pendukung seperti hotel, restoran, ransportasi dan seaganya. Namun bagi Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya, dia menyetujui Lembata sebagai tempat digelarnya puncak perayaan Harnus karena ingin membangun Lembata menjadi sebuah kabupaten yang maju.

Lembata yang merupakan kabupaten sulung di era terbukanya kran pemekaran daerah otonomi baru sejak 1999 lalu masih berkutat dengan sejumlah masalah pembangunan daerah. Kabupaten satu pulau ini perlu mendapat perhatian sehingga bisa tumbuh menjadi kabupaten yag maju.

“Saya menyetujui Lembata sebagai puncak penyelenggaraan Hari Nusatara tahun ini sejak tahun 2015 lalu karena saya mau membangun Lembata. Beberapa daerah ditawarkan kepada saya namun saya memilih dan menyetujui Lembata,” kata Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di Kupang beberapa waktu lalu.

Sejak bulan Maret 2015 pemerintah provinsi NTT telah memutuskan Lembata menjadi tuan rumah Harnus 2016 melalui Surat Gubernur Nomor: BU. 124.3/40/BAPEDA/2015 tanggal 23 Maret 2015 perihal Penyelenggaraan Peringatan Hari Nusantara tingat Nasional tahun 2016 kemudian dikukuhkan dengan Surat Keputusan Gubernur NTT Nomor : 214/KEP/HK/2015 tentang Kabupaten Lembata sebagai lokasi puncak peringatan Hari Nusantara tingkat nasional tahun 2016.

Lebu Raya menjelaskan, penetapan Lembata menjadi lokasi puncak peringatan Hari Nusantara tingkat nasional tahun 2016, berdampak positif bagi daerah ini ke depannya. Dampak positif yang akan terjadi antara lain bandara Wunopito akan diperpanjang, pelabuhan Laut Lewoleba yang menjadi lokasi puncak Harnus itu juga akan diperbaiki, infrastruktur daerah ini akan dibangun dan sejumlah geliat pembangunan akan tumbuh di kabupaten ini.

“Karena itu, saya minta kepada pemerintah dan seluruh masyarakat kabupaten Lembata agar siapkan diri menjadi tuan rumah yang baik. Akan datang ribuan tamu di Lembata, karena sebagai tuan rumah yang baik, harus bisa menerima dan memperlakukan tamu-tamu itu dengan baik,” pesan Lebu Raya.

Sarana dan prasarana perhotelan untuk menampung ribuan tamu yang datang dari seluruh wilayah Indonesia bahkan dipastikan juga akan datang tamu-tamu dari mancanegara memang menjadi kendala. Tetapi sudah dikondisikan dengan baik agar rumah-rumah penduduk bisa menjadi tempat penginapan bagi para tamu.

“Saya sudah dapat laporan dari penjabat bupati Lembata bahwa rumah-rumah para pejabat di Lembata akan digunakan sebagai tempat penginapan para tamu. Itu baik, tetapi alangkah lebih baik kalau masyarakat menyediakan rumahnya sebagai tempat penginapan bagi para tamu. Mereka bisa berkomunikasi dengan para tamu yang datang dari daerah-daerah lain, kan lebih besar manfaatnya,” kata Lebu Raya.

Pemerintah Kabupaten Lembata juga bisa melakukan pendekatan dengan biara-biaa, asrama-asrama di Lewoleba agar bisa menjadi tempat penginapan para tamu. (bp)

Komentar ANDA?