Gubernur Minta Ibu-Ibu Jangan Hanya Gosip

0
162

KUPANG. NTTsatu – Gubernur NTT, Frans Lebu Raya mengingatkan kaum ibu terutama kader PKK untuk tidak menghabiskan waktu hanya dengan bergosip ria, tetapi harus berdiskusi tentang hal-hal yang positif.

“Perempuan jangan duduk-duduk saja dan menggosip hal-hal yang tidak menguntungkan, tetapi sibukkan diri dengan hal-hal yang positif. Saya ajak ibu-ibu untuk berpikir besar dan berdiskusi hal-hal yang positif. Siapa yang berdiskusi hal yang positif akan menampakkan aura positif pula, demikan sebaliknya kalau ibu-ibu yang suka bergosip, mereka tidak mencampakkan aura positif malah semakin judes saja,” kata Gubernur Frans Lebu Raya saat memberikan arahan pada pertemua para Penggerak PKK tingkat provinsi hingga tingkat kecamatan se provinsi NTT di Aula Rumah jabatan Gubernur NTT, Selasa, 17 Maret 2015.

Kepada para ibu yang tergabung dalam PKK, Gubernur mengatakan, jumlah kematian ibu (bayi) dan anak di daerah ini masih sangat tinggi, karena itu Gubernur mengaharpkan dan terus membangun kerjasama dengan berbagai pihak seperti PKK yang memiliki struktur organisasi yang rapih hingga tingkat desa.

“PKK merupakan sebuah organisasi yang paling rapih karena terbentuk hingga ke tingkat desa, karena itu pemerintah provinsi NTT ingin bekerjasama dengan PKK dalam mengatasi masalah yang masih melanda daerah ini,” kata Gubernur.

Ketua Tim Penggerak PKK provinsi NTT, Lusia Adinda Lebu Raya di sela-sela kegiatan itu kepada wartawan mengaku, dia terus berjuang untuk menggerakkan ibu-ibu yang ada dalam PKK mulai dari tingkat provinsi hingga desa untuk bersama-sama mendukung program pemerintah provinsi NTT terutama dalam upaya menurunkan jumlah bayi dan ibu yang meninggal dunia.

Lsia mengakui, strategi yang dibangun PKK adalah mengoptimalkan organisasi ini dengan menggerakkan kader-kader PKK untuk selalu memantau di setiap rumah tangga yang ibu-ibunya hendak melahirkan atau yang baru melahirkan.

“Kader PKK di NTT baik Kader Khusus maupun kader umum jumlahnya sebanyak
64.000. Mereka adalah relawan tanpa gaji dan memliki semangat kerja yang tinggi. Karena itu saya selalu mengajak mereka, mari kita membantu sesama kita dengan tulus hati,” kata Lusia.

Lusia Adinda Lebu Raya lebih lanjut menjelaskan, para kader itu selalu bekerja tanpa pamrih dan mereka selalu memalukan koordinasi dalam menjalankan tugas ini. “Saya sangat kagum keseriusan dan ketulusan hati kaum ibu PKK,” katanya memuji.

Terkait anggaran, Lusia mengaku PKK NTT sudah melakukan audiens dengan Gubernur NTT untuk menjelaskan program PKK yang sudah, sedang dan akan terus dilanjutkan, Dihadapan Gubernur, Lusia menjelaskan, setia0p tahun disetiap desa sekitar empat bayi yang lahir. Biaya untuk seorang bayi setiap hari membutuhkan dana sebesar Rp 440.000/bulan, jadi kalau 4 orang bayi di satu desa membutuhkan dana sebesar Rp1.760.000 setiap Untuk seluruh NTT setiap tahun dibutuhkan dana nsekitar Rp 1,7 miliar.

“Saya bilang ke Gubernur, kalau semua kabupaten/kota sepakat, dana Rp 1,7 miliar setiap tahun untuk menolong bayi dan ibu di seluruh NTT maka program mempercepat penurunan korban meninggal bayi dan ibu di daerah ini akan diatasi dengan baik. akan bisa dilakukan dengan baik. Gubernur memberikan resons positif dan akan membicarakan serius dengan para Bupati/walikota se-NTT,” kaa Lusia.

Dikatakannya, tahun ini sepuluh Kabupaten akan diperhatikan secara serius dan dua kabupaten akan menjadi pilot projeckt yakni Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.”Kita berharap semuanya berjalan dengan baik dan berhasil dengan baik pula,” katanya. (bop)

Komentar ANDA?