Gubernur Minta Konjen Tiongkok Ajak Warganya Kunjungi NTT

0
203
Foto: Gubernur NTT, Frans Lebu Raya memukul gong didampingi, Konjen Tiongkok Denpasar, Konsuler Perdagangan Kedutaan Besar Tiongkok dan Ketua Asosiasi Pengusaha Tiongkok untuk Indonesia pada pembukaan kegiatan Forum Investasi di Kupang, Rabu, 06 September 2017

NTTsatu.com – KUPANG –  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya meminta Konsulat Jenderal (Konjen) Tiongkok Denpasar, Mr. Hu Yinquan untuk bisa mengajak warga Tiongkok berkunjung dan menyaksikan obyek wisata yang ada di daerah ini.

“NTT sebagai New Territory Tourism memiliki potensi alam dan budaya yang sangat indah. Kami tentu sangat senang apabila suatu saat, Konjen dapat mengajak masyarakat Tiongkok menyaksikan keindahan NTT. Seandainya, 20 persen  saja dari total sekitar satu jutaan wisatawan Tiongkok yang tiap tahunnya berwisata ke Bali, dapat melanjutkan kunjungan ke NTT, hal ini tentu menggembirakan bagi masyarakat NTT,” kata Gubernur Frans Lebu Raya dalam sambutannya saat membuka kegiatan Forum Investasi Ketiga Wilayah Konjen Republik Rakyat Tiongkok (RRT)  Denpasar di  Hotel Aston, Kupang, Rabu (6/9).

Di hadapan Konjen RRT Denpasar dan para pengusaha asal Tiongkok, Gubernur mengemukakan, Pemerintah Provinsi NTT sedang giatnya mengembangkan Pariwisata. Dia memperkenalkan beberapa potensi pariwisata yang ada di NTT dan mengaku tak pernah berhenti untuk mengajak wisatawan  domestik dan mancanegara agar mengunjungi NTT.

“Akan menjadi berita gembira bagi masyarakat NTT, kalau ada pesawat charter yang mengangkut para wisatawan Tiongkok  dari kota besar di China langsung menuju ke NTT,” ajak Gubernur.

Lebih lanjut, Lebu Raya memperkenalkan peluang-peluang investasi di NTT. Menurutnya, sebagai daerah kepulauan, NTT memiliki luas lautan yang lebih besar dari daratan. Industri perikanan dan kelautan  merupakan potensi investasi yang menjanjikan.

“Untuk mengeksplorasi kekayaan laut tersebut, dibutuhkan kapal-kapal penangkap ikan. Karena itu, kami butuh investor yang berminat mendirikan perusahaan pembuatan kapal di sini. Kami juga akan menerima dengan senang hati jika ada investor yang menanamkan modalnya pada usaha galangan kapal. Dengan itu, kapal-kapal penyeberangan yang melayani transportasi antar pulau di NTT tidak perlu menjalankan perawatan di luar NTT,” kata Gubernur.

Selain itu, Gubernur juga mengajak para pengusaha untuk berinvestasi di bidang pembangkit listrik dengan sumberdaya energi terbarukan. NTTmemiliki potensi panas bumi yang besar, tersebar di pulau Flores, arus laut yang kencang, sumber energi angin serta matahari.

“Saya meminta kepada para bupati/walikota serta para pimpinan Perangkat Daerah yang menangani hal ini agar dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif. Berikan pelayanan dengan cepat, murah dan mudah supaya investor tertarik menanamkan modal di NTT. Saya betul berharap agar forum ini dilaksanakan dan ditindaklanjuti dengan baik, agar tercipta kerjasama investasi antara pengusaha dari RRT dan pengusaha asal NTT,” pungkas Gubernur Lebu Raya.

Sementara itu, Konsulat Jenderal RRT Denpasar, Mr. Hu Yinquan mengungkapkan, Indonesia dan Tiongkok memiliki hubungan dagang yang terus membaik.

“Tiongkok merupakan salah satu negara mitra yang memiliki investasi besar di Indonesia. Total investasi Tiongkok dalam berbagai bidang usaha di Indonesia sudah mencapai sekitar 15,6 miliar dollar Amerika. Dari periode Januari sampai dengan Juni 2017, total investasi baru Tiongkok mencapai sekitar 1,955 miliar dolar Amerika atau meningkat 92 % jika dibandingkan periode sebelumnya pada tahun lalu.

Dibandingkan daerah lainnya di Indonesia, nilai investasi Tiongkok di tiga wilayah Konjen Denpasar (NTT, NTB dan Bali) sangat kecil, hanya sekitar 3 jutaan dollar Amerika di Tahun 2016.  Kita berharap dengan forum ini semakin meningkatkan pemahaman dua belah pihak dalam melihat peluang investasi di tiga wilayah ini khususnya di NTT,” harap Mr. Hu.

Ketua Asosiasi Pengusaha Tiongkok di Indonesia, Mr. Lin Cheng dalam sambutannya mengapresiasi dukungan dan perhatian dari Gubernur NTT sejak Forum tersebut digelar pertama kalinya di Denpasar pada tahun 2014.

“Selama ini, para pengusaha Tiongkok lebih banyak bergerak di daerah Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Padahal NTT punya banyak potensi investasi seperti pariwisata, infrastruktur, energi  dan peternakan. Saya membawa pengusaha-pengusaha terbaik dalam bidangnya di forum ini, agar mereka dapat mengenal lebih dekat potensi di daerah ini dan bisa menanamkan modalnya di NTT,” jelas Lin.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), Semuel  Rebo dalam laporannya mengungkapkan tujuan pertemuan ini adalah untuk mempertemukan pengusaha Tiongkok dan Pengusaha NTT. Pertemuan tersebut juga bertujuan untuk mempromosikan peluang investasi di NTT,  menarik minat investor Tiongkok. (hms setda ntt)

Komentar ANDA?