Gubernur NTT: Ide Besar Membangun Monumen Garuda Harus Dilaksanakan

0
227
Foto: Gubernur NTT Frans Lebu Raya mendampingi Ibu Lucia Adinda Lebu Raya bernyanyi pada malam penggalangan dana Pembanguan Monumen Pancasila

NTTsatu.com – KUPANG – Gubernur NTT, Frans Lebu Raya menyatakan, ide besar membangun Monumen Garuda di Kota Kupang yang dimunculkan oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) harus didukung hingga selesai. Karena itu dia berjanji akan mengupayakan dana agar ide itu segera terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama.

“Ide ini sungguh besar dan ini untuk kepentingan daerah, karena itu harus segera dilaksanakan, Karena itu, malam ini kita gelar acara ini untuk saling membantu mewujudkan rencana besar ini,” kata Lebu Raya saat kegiatan Malam Penggalangan dana untuk Pembangunan Monumen Garuda di Aila Rumah Jabatan Gubernur, Sabtu, 13 Mel 2017 malam.

Lebu Raya mengataka, ide besar ini harus segera diwujudnyatakan, dan segera Gorund Breaking. Dan hal itu harus dimulai karena jika tidak segera dimulai maka lama-lama akan pudar dan menghilang semangat ini.

Gubernur juga memberikan apreasiasi terhadap keluarga The Widodo yang menyerahkan dengan ikhlas lahan seluas 5000 meter persegi untuk pembangunan monumen Pancasila tersebut. Ini sebuah contoh keikhlasan hati pak Theo yang bisa menjadi contoh bagi banyak orang yang bisa merelakan sesuatu untuk kepentingan umum dan kepentingan bersama.

“Monumen yang akan dibangun ini juga tentu akan menjadi tempat wisata baru di Kota Kupang. Saya terinspirasi dengan pembanguna Monas, dimana saat itu negara sedang dalam kondisi ekonomi yang morat-marit  tetapi Bung Karno terus melanjutkan pembagunan Monas itu. Dan Monas justru menjadi kebanggaan Indonesia saat ini,

Itu juga menjadi inspirasi saya untuk membangun kantor gubernur itu. Awalnya, muncul polemik yang luar biasa tapi saya bilang lanjut saja. Ini niat kita yang tulus untuk membangun. Dan saat ini Kantor Gubernur justru menjadi tempat yang selalu didatangani bayak orang,” tandasnya.

Gubernur mengakui, akan berusaha sekuat tenaga agar rencana ini  segera direalisasikan.

“Dana yang terkumpul malam ini baru mencapai 500 juta. Kita akan minta arsiteknya segera melakukan perhitungan detai anggaran dan harus kita dukung. Saya sebagai Gubernur akan menggunakan kuasa agar dana itu bisa terkumpul. Kalau ground breaking bisa dilakukan saat Seminar tanggal 30 Mei, mengapa tidak,” tandasnya.

Dia mengatakan, pro kontra dalam memulai sebuah pekerjaan besar itu  biasa tetapi jika dilakukan ini dengan tulus, suatu saat semua akan yang kontra itu akan sadar tentang apa yang sudah dilakukan itu.

Foto: Sketsa Monumen Pancasila yang akan dibangun

 

Bulan Bung Karno

Dia mengatakan, pemerintah provinsi NTT telah berniat menyelenggarakan beberapa kegiatan selama bulan Juni yang disebut sebagai Bulan Bung Karno di Ende, Flores. Ada kegiatan-kegiatan besar yang akan dilakukan di Ende dalam memperingat tanggal 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila yang akan dihadiri Presiden Jokowi Dodo, tanggal 06 Juni hari Lahirnya Bung Karno dan tanggal 21 Juni sebagai hari wafatnya Bung Karno.

“Kita akan menggelar berbagai kegiatan di Ende mulai tanggal 1 hingga 21 Juni. Kita lakukan ini untuk menunjukkan kepada semua pihak bahwa Ideologi Pancasila itu digali, dihasilkan dan dimulainya dari Ende,” katanya.

Dia mengatakan, saat ini Pancasila tengah mengalami ujian lagi. Banyak tantangan mulai mucul.

“Kita bersyukur adanya pilkada DKI dan semuanya terungkap, dia tidak lagi menjadi silent dan laten tetapi akhirnya terungkap sekarang. Jika tetap laten dan silent maka tidak akan terungkap dan itu yang paling berbahaya,” tuturnya.

Saat ini kata Lebu Raya, muncullah sebuah kebangkitan kebangsaan lagi. Saat ini semua wilayah di Indonesa bicara tentang NKRI, dimana selama ini orang tidak perduli dengan eksistensi NKRI itu sendiri. Aksi bakar lilin muncul dimana-mana di seluruh Indonesia.

“Kita tahu ada tantangan nyata di depan kita, dan sebagai gubernur saya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak dan akhirnya mengambil sikap tegas dalam Rapat Koordinasi Forkopimda NTT tanggal 8 Mei 2017 lalu di Labuan Bajo,” katanya.

Rakor itu melahirkan lima pernyataan sikap dan sudah disiarkan secara sangat terbuka kepada publik. Lima sikap itu antara lain, setia pada Pancasila, UUD, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI dan menolak Kehadiran GTI dan FPI serta organisasi radikal lainnya yang anti Pancasila. (bp)

Komentar ANDA?