Gubernur NTT Intip Program Anggur Merah di Kelurahan Kabor

0
234
Foto: Gubernur NTT Fras Leburaya saat kunjungan ke Kantor Kelurahan Kabor di Maumere Kabupaten Sikka, Jumat (15/9)

NTTsatu.com – MAUMERE– Dalam kesempatan mengunjungi Maumere selama dua hari, Gubernur NTT Frans Lebu Raya melakukan kunjungan mendadak ke Kantor Kelurahan Kabor, Jumat (15/9). Dia mau mengintip pemanfaatan program desa Mandiri anggur merah di kelurahan itu.

Kelurahan Kabor merupakan salah satu kelurahan penerima program anggur merah pada tahun 2016. Pemerintah provinsi mengalokasikan dana Rp 250 juta untuk pengembangan usaha ekonomi produktif masyarakat. Pengelolaan dana harus melalui badan hukum berbentuk koperasi.

Pada awal Desember 2015, dilakukan sosialisasi program anggur merah, kemudian dilanjutkan pertemuan bersama dengan berbagai komponen pada pertengahan Desember 2015. Akhirnya disepakati sebuah koperasi dengan nama Koperasi Kabor Sejahtera.

Pada awal didirikan, terdapat 15 kelompok dengan jumlah pemanfaat sebanyak 89 orang. Dalam perkembangannya, sampai dengan Agustus 2017 sudah bertambah menjadi 18 kelompok, dengan jumlah pemanfaat sebanyak 106 orang. Usaha yang dijalankan bervariasi seperti jual beli sarung, kios, tenun ikat, ternak babi, conter pulsa, papalele, dan jual ikan.
Kepada Gubernur NTT, Ketua Koperasi Kabor Sejahtera Valentinus Bronville menjelaskan mekanisme pinjaman, pencairan dana dan proses angsuran.

Kelompok usaha mengajukan usulan pinjaman, yang nantinya akan diverifikasi oleh Tim Verifikasi. Setelah diverifikasi, barulah dilakukan proses pencairan.

“Di tahun 2016 kami cairkan pinjaman sebesar Rp 244 juta kepada 15  kelompok. Lalu Mei 2017 baru-baru ini kami gulirkan dana Rp 73 juta lebih kepada 3 kelompok yang baru, lalu Juni Juli kami cairkan lagi dana kepada tiga orang anggotakelompok awal,” jelas Valentinus Bronville.
Suryanti Odilia Rato, PKM Anggur Merah Kelurahan Kabor mengatakan pelaksanaan program berjalan cukup baik. Meski demikian masih terdapat kendala terutama ada anggota kelompok yang menunggak angsuran pinjaman. Dengan kondisi ini pihaknya selalu melakukan pendekatan kepada anggota termasuk membuat surat penyampaian.

Gubernur Frans Lebu Raya memberikan apresiasi atas pengelolaan dana anggur merah di Kelurahan Kabor. Dia berharap agar kelompok-kelompok usaha benar-benar memanfaatkan dana yang digulirkan untuk kepentingan usaha demi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan anggota.

“Saya sudah mau turun jabatan. Tahun depan saya sudah tidak lagi gubernur. Saya berharap program ini dipertahankan, karena sangat bermanfaat buat masyarakat. Kalau boleh yah gubernur yang baru saya yang tunjuk,” celotehnya bercanda.

Pertemuan Frans Lebu Raya dengan anggota koperasi pemanfaat dana program anggur merah berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Kabor. Pada pertemuan sekitar satu jam itu, Frans Lebu Raya berkesempatan dialog langsung dengan masyarakat pemanfaat anggur merah. Para pemanfaat dana program anggur merah berharap agar program ini terus dilanjutkan karena sangat bermanfaat untuk masyaralat.
Kunjungan mendadak Frans Lebu Raya ke Kantor Kelurahan Kabor, didampingi Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar, Sekretaris Daerah Valentinus Tupen, Kepala Bapelitbangda Alfin Parera, dan Camat Alok Pedro Rodriquez. Selain Lurah Kabor Ariston Noning, beberapa lurah dalam wilayah Kecamatan Alok pun hadir, seperti Lurah Madawat, Lurah Nangalimang, dan Lurah Kota Uneng. (vic)

 

Komentar ANDA?