Gubernur Panen Jagung TJPS di Bena dan Oe’ekam TTS

0
379

NTTsatu.com — TTS — Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) melakukan panen simbolis jagung program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) periode Oktober-Maret (Okmar) di Bena Kecamatan Amanuban Selatan dan Oe’ekam Kecamatan Noebeba Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) , Jumat (26/3). Jagung tersebut ditanam secara simbolis oleh Gubernur Viktor pada 23 Desember 2020 di atas lahan seluas 50 hektar (ha)di Bena dan 60 ha di Oe’ekam. Luas lahan TJPS periode Okmar untuk seluruh TTS mencapai 890 ha.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT Lucky Koli dalam sambutannya mewakili Gubernur NTT di Desa Oe’ekam mengatakan, sangat bangga dengan kerja keras dari semua pihak terutama para petani yang tetap dapat panen jagung di tengah wabah pandemi covid-19.

“Kalau bicara padi dan jagung, berarti omong 100 hari. 100 hari dalam dalam satu tahun, berapa kali kita tanam.Kalau makin banyak, 100 hari pertama, 100 hari kedua dan 100 hari ketiga, kita tanam terus, maka kita akan kaya raya. Tapi kalau kita hanya tanam 100 hari pertama, maka itu jadi tanda kerawanan pangan, ” jelas Lucky Koli.

Menurut Lucky, tingkat produksi rata-rata untuk TTS adalah 5,4 ton per ha. Kalau 890 ha dikonversi dalam satuan ton maka ada 4.450 ton yang dihasilkan dari skema TJPS di TTS, belum termasuk lahan non TJPS.

“Kalau dinilai dengan rupiah, 4 ribuan ton itu setara dengan 14,2 miliar rupiah. Ini bukan angka yang kecil. Tentu ini datangnya juga bukan sekonyong-konyong,” kata Lucky.

Lebih lanjut Lucky minta petani dan pendamping lapangan untuk segera melakukan tindakan penanganan panen pasca panen. Pengeringan hingga capai kadar air 14 persen. Nanti PD Flobamor akan beli semua hasil jagung tersebut.

“Semua itu akan didistribusikan ke perusahaan telur ayam yang ada di Tablolong. Harga jagung yang kita sudah sepakati sebesar 3.200 rupiah. Tapi kalau ada yang lebih dari itu, silahkan bapa-ibu jual, namun harga terendah 3.200 rupiah. Jadi kalau 5,4 ton berarti bisa dapat 15 juta rupiah lebih per ha. 30 persen dari uang ini harus dipakai untuk beli ternak. Bisa sapi betina produktif atau bisa paket kambing 5 ekor dan ayam 25 ekor. Atau juga babi 5 ekor dan ayam 25 ekor. Paket ini bertujuan untuk tingkatkan kapasitas ekonomi keluarga, “jelas Lucky.

Dilanjutkan Lucky sistem transaksi dilakukan by bank yakni bank NTT. Masing-masing petani harus punya rekening bank NTT. 70 persen dicairkan sementara 30 persen auto blokir.

“Nanti setelah dinas peternakan sudah siapkan ternaknya, uang itu (yang diblokir) baru dicairkan. Ini untuk beri jaminan bahwa semua desain yang disiapkan apa adanya dan petani tidak alami kerugian. Kita berharap penyuluh, pendamping, ketua kelompok dan anggota serta dinas pertanian kabupaten untuk lakukan komitmen ini. Keberhasilan yang kita capai tidak boleh berhenti, kita harus segera siapkan diri untuk musim tanam dua. Tahun ini target kita untuk TTS adalah 5.000 ha baik untuk musim tanam Asep (April sampai September) maupun Okmar (Oktober-Maret),” harap  Lucky.

Sementara itu, Bupati TTS Eugusem Piter Tahun dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Gubernur NTT. Karena baru pertama kali seorang Gubernur kunjungi Oe’ekam.

“Jangan takut untuk tanam dan tanya kami jual di mana. Karena semuanya pasti akan dibeli. Kita senang dengan kondisi ini. Masih ada air di kali untuk tanam April sampai Juli. Mari kita manfaatkan ini, ” kata Piter Tahun.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut para staf khusus Gubernur, Wakil Bupati TTS, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemprov dan Kabupaten TTS, masyarakat petani dan undangan lainnya. (sipers)

Komentar ANDA?