Gubernur: Rangkul Masyarakat dan Hilangkan Perbedaan

0
143
Gubernur: Rangkul Masyarakat dan Hilangkan Perbedaan NTTsatu.com – KUPANG - Bupati-Wabup Flores Timur dan Lembata telah resmi dilantik Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Senin (22/5) di Aula El Tari Kupang. Banyak harapan yang disampaikan gubernur kepada Anton Gege Hayon – Agustinus Boli (Breun) sebagai bupati dan wakil bupati Flores Timur dan Eliaser Yentji Sunur – Thomas Ola Langoday (Sunday) sebagai bupati dan wakil bupati Lembata periode 2017-2022. Frans Lebu Raya dalam sambutannya mengemukakan, Bupati Flotim dan Lembata merupakan kepala daerah bagi semua masyarakat Flotim dan Lembata, bukan bupati dan wabup untuk pemilih maupun maupun tim sukses. "Jadilah bupati dan wabup untuk semua masyarakat," tegasnya. Dalam pilkada sebut Lebu Raya, selalu saja ada perbedaan dan itu bagian dari demokrasi. Karena itu, kepala daerah harus merangkul kembali semua lapisan masyarakat, untuk sama-sama menggalakan pembangunan di Flotim dan Lembata. Kekompakan dan soliditas lanjut gubernur dua periode itu, akan membuat pembangunan daerah lebih cepat menuju masyarakat sejahterah. Selanjutnya dia mengingatkan, selogan kerja, kerja dan kerja merupakan cara terbaik memajukan masyarakat. "Komponen masyarakat harus diajak bersama-sama membangun dalam suasana harmoni harus. Jika demikian, pembangunan akan berjalan baik," tukasnya. Dia menjelaskan, sorotan dari masyarakat pasti ada sebab ada pepatah orang tua, pohon semakin tinggi maka angin semakin kencang. Terimalah semua sorotan sebagai cambuk, bukan sebaliknya dianggap sebagai musuh. "Jangan nanti kritik bahkan menjadikan pengkritik sebagai musuh. Terima semua demi perbaikan pelayanan pemerintahan," ungkapnya. Dia melanjutkan, Flotim dan Lembata merupakan kawasan kawasan ekonomi berbasis laut. Dilaut ada ikan, biota laut dan wisata. Potensi ini harus dikembangkan kedepan. Pihaknya tengah berkoordinasi agar Flotim, Lembata dan Alor menjadi kawasan ekonomi khusus. "Ada potensi besar untuk wisata bahari. semuanya mesti bersatu, sehati sesuara untuk membangun daerah. Pemimpin harus merumuskan melalui RPJMD dan itu harus beri prioritas sehingga fokus. Jangan terlalu banyak prioritas yang lada gilirannya tidak fokus dan terealisir,” paparnya. Pada kesempatan itu, Gubernur mengingatkan agar menyesuaikan dan mengikuti aturan, terutama mutasi. Mutasi tidak sekadar untuk mereka yang mendukung, namun untuk juga yang tidak dukung di pilkada. Jika semua SDM digunakan, pastinya pembangunan akan berjalan lancar dan keaejahteraan masyarakat cepat tercapai. Gubernur juga meminta pemkab Lembata dan Flotim menyiapkan semua jelang Tour de Flores. Lembata akan menjadi opening Tour de Flores dan Flotim sebagai titik star. "Persiapkan sebaik-baiknya agar Lembata dan Flotim menjadi terkenal. promosi dan promosi terus semua potensi wisata daerah. Pada bagian akhir, dia berterima kasih kepada mantan penjabat Bupati Flotim, Emanuel Kara dan Lembata, Sinun Petrus Manuk yang telah menjalankan tugas dengan baik, terutama menyukseskan pilkada dan pembangunan di dua daerah tersebut. Hadir pada pelantikan itu, Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, Sekda NTT, Frans Salem, Forkopimda NTT, para bupati se NTT, anggota pimpinan DPRD Flotim dan Lembata serta keluarga besar masing-masing bupati dan wakil bupati terlantik. (bp)

NTTsatu.com – KUPANG – Bupati-Wabup Flores Timur dan Lembata telah resmi dilantik Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, Senin (22/5) di Aula El Tari Kupang.

Banyak harapan yang disampaikan gubernur kepada Anton Gege Hayon – Agustinus Boli (Breun) sebagai bupati dan wakil bupati Flores Timur dan Eliaser Yentji Sunur – Thomas Ola Langoday (Sunday) sebagai bupati dan wakil bupati Lembata periode 2017-2022.

Frans Lebu Raya dalam sambutannya mengemukakan, Bupati Flotim dan Lembata merupakan kepala daerah bagi semua masyarakat Flotim dan Lembata, bukan bupati dan wabup untuk pemilih maupun maupun tim sukses. “Jadilah bupati dan wabup untuk semua masyarakat,” tegasnya.

Dalam pilkada sebut Lebu Raya, selalu saja ada perbedaan dan itu bagian dari demokrasi. Karena itu, kepala daerah harus merangkul kembali semua lapisan masyarakat, untuk sama-sama menggalakan pembangunan di Flotim dan Lembata.

Kekompakan dan soliditas lanjut gubernur dua periode itu, akan membuat pembangunan daerah lebih cepat menuju masyarakat sejahterah.

Selanjutnya dia mengingatkan, selogan kerja, kerja dan kerja merupakan cara terbaik memajukan masyarakat. “Komponen masyarakat harus diajak bersama-sama membangun dalam suasana harmoni harus. Jika demikian, pembangunan akan berjalan baik,” tukasnya.

Dia menjelaskan, sorotan dari masyarakat pasti ada sebab ada pepatah orang tua, pohon semakin tinggi maka angin semakin kencang. Terimalah semua sorotan sebagai cambuk, bukan sebaliknya dianggap sebagai musuh.

“Jangan nanti kritik bahkan menjadikan pengkritik sebagai musuh. Terima semua demi perbaikan pelayanan pemerintahan,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, Flotim dan Lembata merupakan kawasan kawasan ekonomi berbasis laut. Dilaut ada ikan, biota laut dan wisata. Potensi ini harus dikembangkan kedepan.
Pihaknya tengah berkoordinasi agar Flotim,  Lembata dan Alor menjadi kawasan ekonomi khusus. “Ada potensi besar untuk wisata bahari. semuanya mesti bersatu, sehati sesuara untuk membangun daerah. Pemimpin harus merumuskan melalui RPJMD dan itu harus beri prioritas sehingga fokus. Jangan terlalu banyak prioritas yang lada gilirannya tidak fokus dan terealisir,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur mengingatkan agar menyesuaikan dan mengikuti aturan, terutama mutasi. Mutasi tidak sekadar untuk mereka yang mendukung, namun untuk juga yang tidak dukung di pilkada. Jika semua SDM digunakan, pastinya pembangunan akan berjalan lancar dan keaejahteraan masyarakat cepat tercapai.

Gubernur juga meminta pemkab Lembata dan Flotim menyiapkan semua jelang Tour de Flores.
Lembata akan menjadi opening Tour de Flores dan Flotim sebagai titik star.

“Persiapkan sebaik-baiknya agar Lembata dan Flotim menjadi terkenal. promosi dan promosi terus semua potensi wisata daerah.

Pada bagian akhir, dia berterima kasih kepada mantan penjabat Bupati Flotim, Emanuel Kara dan Lembata, Sinun Petrus Manuk yang telah menjalankan tugas dengan baik, terutama menyukseskan pilkada dan pembangunan di dua daerah tersebut.

Hadir pada pelantikan itu, Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, Sekda NTT, Frans Salem, Forkopimda NTT, para bupati se NTT, anggota pimpinan DPRD Flotim dan Lembata serta keluarga besar masing-masing bupati dan wakil bupati terlantik. (bp)

Komentar ANDA?