Gubernur Segera ke Belanda Untuk Sepakati Listrik Arus Gonsalu

0
208

KUPANG, NTTsatu.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya mengakui, dia bersama beberapa instansi teknis terkait akan segera ke Belanda untuk menindaklanjuti rencana Pemerintah Belanda membangun listrik di Flores Timur dengan memanfaatkan arus selat Gonsalu.

“Iya saya dan beberapa pejabat dalam waktu dekat ini segera ke Belanda untuk membicarakan rencana pembangunan listrik menggunakan arus selat Gonsalu. Tanggalnya belum bisa dipastikan karena masih melakukan komunikasi,” kata Gubernur kepada NTTsatu.com, Rabu, 10 Pebruari 2016.

Dikatakannya, perjuangan ini harus dilakukan sampai berhasil karena sangat besar manfaatnya bagi masyarakat di daerah itu. Listrik dengan memanfaatkan selat Gonsalu itu akan sangat membantu masyarakat yang selama ini selalu merasakan kesulitan Listrik yang nsering padam.

“Ini perjuangan kita untuk masyaraka. Perjuangan ini memang selaras dengan rencana pihak Belanda untuk membangun listrik di Selat Gonsalu itu,” kata Frans Lebu Raya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT, Andre Koreh mengatakan, sejumlah pengusaha asal Belanda menyatakan niatnya untuk membangun listrik tenaga arus di selat Golsalu yang bisa menghasilkan tenaga listrik mencapai 80 hingga 100 Megawatt (MW).

“Kita juga sudah melakukan pertemuan dengan mereka, dan mereka ternyata sudah melakukan studi kelayakan di selat Gonsalu dan menyatakan niat mereka untuk membangun listrik di sana. Mereka akan mulai dengan 6 – 8 MW dan akan terus meningkat,” katanya.

Untuk diketahui, Selat Gonsalu yang terletak antara pulau Flores di ujung Timur dan pulau Adonara, kabupaten Flores Timur merupakan sala satu dari 12 selat dengan arus terbesar di seluruh Indonesia. Pihak pengusaha Belanda tertarik untuk membangun listrik tenaga arus di lokasi tersebut.

Selat Gonsalu pernah diujicoba Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi unit Surabaya untuk menghasilkan energi listrik. Upaya ini untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi warga Larantuka dan sekitarnya dan masyarakat Pulau Adonara.

Pihak Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi unit Surabaya sudah melakukan uji coba pertama kali pada bulan Juni 2010 sudah berhasil. Namun potensi arus laut sangat besar sehingga bulan November ini dilakukan uji coba kedua. (bp)

=====

Foto: Selat Gonsalu antara Larantuka dan Adonara Barat

Komentar ANDA?