Gubernur Serahkan Bantuan Pendidikan bagi SMA/SMK se-Kabupaten Nagekeo

0
728

NTTSATU.COM — NAGEKEO — Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat mengunjungi kabupaten Nagekeo di Pulau Flores. Dia membagikan bantuan bagi sekolah-sekolah yang membutuhkannya.

“Kedepannya Pendidikan Dasar itu harus di tempatkan orang-orang yang pintar, guru-gurunya yang pintar harus ada situ di TK, SD dan SMP karena disitulah awal pembangunan pondasi Pendidikan, kalau kita mau bangun rumah lantai 10, tidak mungkin pondasinya untuk 1 lantai yang kita bangun, lalu kita bangun 10 lantai sementara konstruksi lantainya cuman untuk 1 lantai, itu tidak bisa, begitu juga membangun manusia sama juga membangun gedung, model dan teorinya sama”, demikian ditegaskan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) saat berkunjung ke SMK Negeri 1 Aesesa dalam rangka kunjungan kerja dan penyerahan bantuan pendidikan bagi SMA/SMK se-Kabupaten Nagekeo, 20 Mei 2023.

“Saya sangat menaruh perhatian kepada pendidikan bukan karena saya baru mulai, tetapi ini tidak gampang untuk kita menyampaikan pikiran ini, saya dari sejak menjadi gubernur selalu menyampaikan kepada teman-teman di Dinas Pendidikan untuk melakukan perubahan-perubahan cara berpikir agar dengan program merdeka belajar dari kementrian itu kita bisa berubah. Contoh yang paling gampang, seseorang mau menjadi pelayan publik misalnya di Nagekeo, tetapi ketika ditanyakan, apa yang menjadi masalah di Nagekeo, dia tidak tahu, Apa sumber daya alam Nagekeo yang paling hebat ? dia juga tidak tahu, kalau begini, yang salah adalah system pendidikan dan pengajaran kita yang salah”. Ujar Gubernur Viktor

“Begitu juga kalau saya tanyakan sekarang kepada anak-anak di Aesesa, kepada anak-anak SMK di Aesesa, coba sebutkan jenis padi yang ada di Mbay ? pasti 1 atau 2 saja yang bisa menjawab tetapi pada umumnya tidak tahu. begitu juga kalau saya tanyakan, berapa banyak panen 1 Hektar di Mbay ? jenis padinya apa ? apa sebabnya memakai padi jenis itu ? pasti tidak tahu, karena yang diajarkan itu pada umumnya hanya baca tulis dan teorinya saja. Jelas Gubernur VBL memberi contoh,”  sambung Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur VBL juga menjelaskan, “Kita itu miskin bukan karena daerah kita miskin, tetapi Karena sistim pendidikan pembelajaran kita tidak menuju kepada kekayaan alam kita, tidak pernah kita berkesinambungan dengan kekayaan alam kita”.

“Kalau sudah sampai level sekolah menengah itu level kekayaan itu harus dijelaskan dan diperjelas lagi, karena itu tidak cukup, 1 minggu harus minimal 3 hari didalam kelas (teori) 3 hari diluar kelas (praktek dan pengenalan kondisi riil di lapangan), merdeka belajar itu harus direncanakan seperti itu. Jangan muridnya sekolah pertanian tapi sampai dilapangan tidak tau apa-apa tentamng pertanian, muridnya sekolah peternakan tapi keluarnya (setelah lulus) tidak tau apa-apa tentang peternakan. Kenapa itu terjadi ? karena kita kurang mengajarjan anak-anak itu dilapangan,”

“Yang namanya Sekolah Menengah Kejuruan/SMK itu di desain untuk anak-anak itu tidak mencari kerja, tetapi mereka didesain untuk harus mampu melahirkan produk, contohnya tepung kelor, kopi kelor, kapsul kelor, mampu membuat sabun kelor, shampoo kelor, dan berbagai hasil produksi lainnya, jadi ini tolong di riset, guru-guru kimianya dampingi mereka buat riset-riset sedrhana,” jelas Putera semau tersebut

“Jangan pernah anak-anak itu bermimpi untuk dapat sertifikat atau ijasah, dunia makin maju, Kedepannya orang tidak akan pernah lagi tanya ijasahmu apa, orang akan bertanya “kamu punya kemampuan apa ?”, orang akan tanya, “Kamu punya daya tahan apa ?” karena itu para guru semua, manusia itu bukan cuma intelektual Quotients (IQ/kecerdasan Intelektual) saja yang kita bangun, tapi adversity quotient (AQ/kecerdasan dalam menghadapi kesulitan/daya tahan) itu menurut saya yang harus dibangun, hari ini anak-anak itu tidak punya daya tahan, baru menghadapi sedikit tantangan, masalah dan kesulitan sangat cepat menyerah. Itu karena daya tahan itu tidak ada”. sambung Mantan Anggota DPRRI tersebut

Menutup sambutannya, Gubernur NTT, VBL berpesan, “Untuk bapak guru/ibu guru, seluruh manusia punya kemampuan belajar apapun, hanya metodologinya saja yang berbeda. Jadi tidak ada murid yang bodoh, bila kita menemukan murid yang kurang memahami maka sesungguhnya dia kurang beruntung mendapatkan guru yang baik. Jadi jika kita dapati murid yang bodoh, katakan, kamu hanya kurang beruntung saja mendapatkan guru yang baik, jika kamu mendapatkan guru yang baik tentulah kamu pasti pintar, karena itu untuk guru semua baik bapak guru/ibu guru, kamu adalah citra daripada anak itu, karena jika seorang murid pintar bukan yang dipuji muridnya, tetapi yang hebat adalah gurunya, begitu juga jika seorang guru bodoh, maka citra guru ini melekat pada anak ini, kasian anak ini dapat guru yang kurang baik”,

“Oleh karena itu saya titip, guru harus setiap hari belajar, banyak membaca supaya dia mampu mentransfer knowladgenya ke anak-anak, karena dari gurulah seseorang bisa menjadi luar biasa. Karena guru itu adalah teknisi untuk membangun manusia, jadi kalau membangun gedung itu ada tehnik sipil ada arsitek maka membangun manusia, bapak ibu guru itulah tehnik sipilnya, arsiteknya dalam membangun manusia untuk menjadi orang yang hebat”.

Pada kesempatan yang sama dalam sambutannya, Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, Menyampaikan, rasa syukurnya, karena Bapak Gubernur sudah mau meluangkan waktu untuk hadir dalam komunitas SMA/SMK se-Kabupaten Nagekeo,

”Pada kersempatan ini, saya ingin menyampaikan rasa syukur saya karena Bapak Gubernur sudah mau menyempatkan diri untuk hadir dalam komunitas SMA/SMK se-Kabupaten Nagekeo, kita menyadari bahwa ini adalah periode pendidikan dimana stelah tahun ke 12 mereka masuk ke masyarakat ada yg berkesempatan ke pendidikan yang lebih tinggi atau perguruan yg lebih tinggi dan ada yg masuk dunia kerja, kita juga menyadari bahwa tata kelola pendidikan kita ini belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan org tua murid dan anak didik itu sendiri”,

“Saat ini kita masuk dalam situasi yang saya lihat bahwa anak-anak setelah tahun ke-9 di SMP, masuk di SMA dan sedikit saja yang melirik untuk masuk ke SMK, di tempat ini SMK Negeri Aesesa dari tahun ke tahun memang menjadi tempat favorit tetapi di lain pihak, SMA juga sama makin padat terutama di SMA Negeri 1, di beberapa SMA Swasta ini muridnya banyak dan ini mencemaskan karena tidak semua mereka berkesempatan masuk di perguruan tinggi sehingga bekal mereka untuk terjun ke masyarakat sangat minim, oleh karena itu kita perlu membuat perencanaan dan gambaran ke depan bagi komunitas pendidikan terutama bagi para Kepala Sekolah dan Guru-guru pendamping untuk betul-betul bisa menyiapkan anak-anak didik tersebut”.

Kami juga sudah mulai kerja sama dengan inovasi dan beberapa mitra ajar, dengan inovasi yang kami fokuskan saat ini yaitu pada tiga kelas awal, kelas 1, 2 dan 3, dan untuk itu saya minta Kepala Sekolah dimasing-masing SD untuk menugaskan Guru terbaik untuk mengajar di kelas awal yaitu Kelas 1,2 dan 3. Saat kami juga di bantu oleh Taman Baca Pelangi dan kami di bantu oleh 116 perpustakaan sekolah dan sisanya sekitar 60-an sekolah yg belum memiliki perpustakaan sekolah di SD. Demikian laporan yang disampaikan

Dalam kegiatan ini juga dilakukan Penyerahan secara simbolis bantuan sosial berupa beras sebanyak 7,3 ton untuk penanganan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Nagekeo, yang diterima langsung oleh Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do.

Penyerahan bantuan pembangunan jaringan perpipaan air bersih (SPAM) di Kelurahan di Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, guna melayani 630 jiwa dengan total anggaran Rp. 2.382.249.820 yang diserahkan oleh Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Provinsi NTT kepada Bupati Nagekeo.

Penyerahan Bantuan Saprodi TPH (Sarana Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura) Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp. 316.250.000,- yang diserahkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT kepada Bupati Nagekeo.

Penyerahan Bantuan Peralatan dan fisik banguran bidang Pendidikan yang bersumber dari Dana Alokasi khusus (DAK) dan Dana Alokasi umum (DAU) Spesifik Grand bagi 7 SMA/SMK Se-Kabupaten Nagekeo dengan total Anggaran sebesar Rp 4.585.000 000 dengan Rincian : SMA Negeri 2 Aesesa Rp. 135.000.000, SMA Negeri 2 Boawae Rp. 135 000 000,- SMA Negeri 1 Keo Tengah Rp. 260.000.000,- SMA Swasta Setiawan Nangaroro Rp. 135.000.000, SMK Negari 1 Aesesa Rp. 125.000.000,- SMK Negeri Ndora RP. 3.670.000.000,- dan SMK St. Yosep Mbay sebesar Rp. 125.000.000,-. (sipers adpim)

Komentar ANDA?