Guru Honor di Ile Ape Lembata Dapat Bantuan Uang Tunai Rp 2 Juta

0
744
NTTSATU.COM — LEWOLEBA — Guru honor yang terdampak bencana banjir dan longsor di Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata sebanyak 46 orang, mendapat bantuan uang tunai dari Caritas Larantuka (Carila) yang bekerjasama dengan Caritas Nasional (Carina), Jumat (27/8/2021).

 

Penyaluran bantuan dilakukan di Aula Paroki Benneaux Lewoleba. Setiap guru yang sudah terdata, masing-masing mendapatkan uang tunai senilai Rp 2 juta.

Bantuan tersebut, merupakan satu dari sekian banyak kepedulian Caritas kepada warga sejak bencana banjir dan longsor pada 4 April 2021 yang lalu.

Mewakili Uskup Larantuka, Romo Deken Lembata Sinyo da Gomez, menyampaikan penghargaan kepada para guru honor atas pengabdian tanpa batas untuk pendidikan anak bangsa. Penghasilan yang diterima para guru memang tidak sepadan dengan pengorbanan. Namun, dalam keterbatasan, para guru honor masih mau bekerja untuk kepentingan anak-anak di daerah, apalagi di tengah situasi bencana alam.

“Memang penghasilan yang diterima tidak sepadan dengan pengorbanan. Dan untuk itu, Gereja hadir di dunia membawa misi keselamatan bagi semua orang, melampaui batas-batas suku, agama dan ras. Karena itu, gereja beri perhatian kepada orang-orang yang membutuhkan,” kata Sinyo da Gomez.

Katanya, dalam urusan penanganan bencana, pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri. Dan Gereja ambil bagian sejak awal bencana melanda. Sampai dengan saat ini, program-program rehabilitasi dan rekonstruksi masih terus dijalankan.

Sementara Mariam Deram Lamataro, salah satu Guru beragama Islam, mengucapkan limpah terima kasih kepada Caritas Keuskupan Larantuka yang telah memberikan perhatian khusus kepada para guru honor.

“Saya sangat terharu, sumbangan ini tidak bedakan agama. Di wilayah Waesesa kami dapat sumbangan alat tulis, karpet dan bantuan lainnya. Guru harus jadi contoh, tugas yang diberikan harus dikerjakan dengan tanggung jawab. Jangan bersungut-sungut. Semua akan indah pada waktunya,” kata Mariam.

Direktur Caritas Keuskupan Larantuka, Romo Marianus Dewantoro Welan, mengatakan, guru honor berada di garda terdepan pendidikan dalam peningkatan sumber daya manusia. Guru honor berada di situasi dilematis, dituntut meningkatkan SDM anak bangsa tetapi kesejahteraannya justru tidak diperhatikan.

Caritas Keuskupan Larantuka, telah memberikan bantuan uang tunai kepada para guru honor yang terdampak bencana di Adonara dan Lembata.

Di antaranya, 46 guru honor di Lembata, 88 guru di Adonara. Jadi total ada 134 guru honor dengan dana keseluruhan Rp 268 juta. Bantuan tersebut disalurkan sebesar Rp 1 juta pada tahap pertama dan tahap kedua pada Februari 2022 senilai Rp 1 juta. Dana bersumber dari kerjasama Caritas nasional Rp 134 juta dan Caritas Keuskupan Larantuka program rehab rekon bencana seroja Rp 134 juta.

Romo Marianus berharap, semangat bela rasa yang dibawa Caritas Larantuka bisa menjadi bagian dari karya dan pelayanan para guru.

Selain itu, Caritas juga akan memberikan 2800 paket sembako, beasiswa, perlengkapan sekolah kepada siswa SMP, SMA dan mahasiswa yang terdampak bencana.

“Nanti kita buat kajian lagi dan evaluasi. Kemungkinan ada program berkelanjutan,” ungkapnya. (SF/gan)

Komentar ANDA?