Habiskan Rp 4 Miliar Lebih, SIC Hanya Hamburkan Uang Rakyat

0
161
Foto: Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera sedang menyampaikan sambutan saat peletakan batu pertama pembangunan Sikka Innovation Center pada 5 September 2015 yang lalu

NTTsatu.com – MAUMERE – Pembangunan Sikka Innovation Center atau SIC diperkirakan hanya menghambur-hamburkan uang rakyat. Sudah Rp 4.383.161.000 uang rakyat yang dihabiskan, tetapi konsep tentang SIC yang digembar-gemborkan Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera seperti tong kosong nyaring bunyinya.
Di kompleks SIC kini sudah berdiri dua bangunan gedung sejak tahun 2015. Pembangunan dua gedung ini menelan biaya masing-masing Rp 1.888.150.000 dan Rp 1.875.592.000. Pasca pembangunan dua gedung tersebut, hingga kini tidak ada aktifitas apapun yang mendukung mimpi besar Yoseph Ansar Rera.

Pantauan media ini, Kamis (8/11), di gedung yang berada pada bagian depan, kaca-kaca jendela sudah pecah. Setidaknya ada 9 bagian kaca jendela yang pecah. Belum diketahui penyebabnya, apakah akibat ulah orang yang tidak bertanggungjawab atakah akibat lain. Tidak ada petugas pengamanan pada areal SIC yang luas tersebut.

Di tahun 2016, meski masih dengan tanpa aktifitas, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan tugu gading dan jalan masuk. Pembangunan tugu gading menelan biaya Rp 69.900.000. Letaknya persis dekat perempatan pintu masuk Pasar Alok. Sementara jalan masuk, hanya dengan agregat yang beberapa puluh meter saja, menguras uang sebesar Rp 545.519.000. Untuk tahun 2017 ini, tidak ada aktifitas pembangunan gedung atau bangunan lain di SIC.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) SIC Oktovianus Suban Pulo mengatakan pihaknya hanya mengaktifkan jaringan listrik dan pengadaan sumur bor. Sementara progress kegiatan fisik untuk tahun 2018 belum ada sama sekali.

Kalau melihat master plan yang pernah dipampang saat peletakkan batu pertama pada 5 September 2015, SIC ini terdiri dari 10 bagian penting. Sepuluh bagian penting itu yakni kantor, showroom 1, showroom 2, gedung workshop sebanyak 3 buah, warehouse, monumen kapal, gapura, pos jaga, tugu gading, dan kolam renang.

Jika melihat kampanye konsep SIC pada master plan, dan dibandingkan dengan kondisi riil yang ada sekarang, maka hampir pasti pemerintah masih perlu membutuhkan miliaran rupiah lagi untuk merealisasikan niat membangun SIC.

Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo sempat terkagum-kagum melihat master plan SIC. Dia memberikan apresiasi atas konsep besar yang digagas Yoseph Asar Rera. Sayangnya, selama 2 tahun ini, mimpi besar tentang SIC masih jauh dari kenyataan. (vic)

Komentar ANDA?