Hadiri Sasando Dia, Wagub Minta Tingkatkan Kualitas UMKM NTT

0
441

NTTSATU.COM — KUPANG — Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS) menghadiri kegiatan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Sasando Dia (Sante-Sante Duduk Baomong Dengan Media) dengan tema ASEAN Summit 2023: Momentum For Tourism Revival Toward Economy Recovery di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTT, Selasa (21/3).

Acara yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT dihadiri oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Ahmad Johan, Unsur Forkopimda NTT, kalangan perbankan, pelaku jasa keuangan dan UMKM.

Wagub JNS dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Presiden Joko Widodo yang memiliki perhatian sangat besar tergadap NTT dan telah menetapkan Labuan Bajo sebagai tempat penyelenggaraan ASEAN Summit 2023.

“Kita di NTT harus bisa menangkap peluang ini. Terutama soal peluang akan dibukanya perdagangan bebas antara ASEAN dengan Australia, Selandia Baru dan negara-negara pasifik selatan. Sebagai daerah yang dekat secara geografis dan emosional dengan negara-negara ini,pendekatan budaya Melanesia dapat kita manfaatkan untuk kepentingan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat NTT,” kata Wagub JNS.

Menurut pria asal Ngada tersebut, salah satu yang harus kita upayakan adalah peningkatan kualitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kita untuk dukung pelaksanaan ASEAN Summit 2023. Wagub meminta perhatian Komisi XI DPR RI agar mendorong BI dan pelaku jasa keuangan untuk membina UMKM NTT.

“Saya mohon bantuan juga komisi XI, bisa bantu melalui BI atau lembaga-lembaga keuangan dengan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk bantu UMKM kita terutama dalam peningkatan kualitasnya. Mari kita sama-sama bina UMKM kita agar sesuai standar ASEAN, kita tidak boleh tertinggal dari negara-negara ASEAN lainnya. Begitu juga dengan fasilitas jasa terutama yang dalam pariwisata kita kenal dengan unsur atraksi khususnya ekspresi budaya tradisional kita yang beragam, harus kita tingkatan kualitas dan variasinya,” jelas Wagub JNS.

Wagub Nae Soi menegaskan produk-produk NTT harus menjadi prioritas di berbagai tempat-tempat destinasi pariwisata.

“Kopi kita menjadi salah satu kopi terbaik di dunia dalam Festival di Paris, masa kita masih pakai kopi dari luar. Hotel-hotel harus pakai kopi-kopi NTT. Begitupun dengan telur dan bawang, masa kita harus ambil dari luar. Ini tugas kita termasuk dari BI dan kalangan perbankan untuk fasilitasinya,” kata Wagub JNS.

Selanjutnya Wagub juga menekankan tentang ekonomi digital yang saat ini berkembang pesat. Apalagi menurut para ahli wilayah NTT masuk dalam geostationer orbit .

“Seyogyanya NTT tidak boleh ada kekurangan signal karena Geostationer orbit ada di atas wilayah NTT. Ekonomi digital ini berkaitan erat dengan keberadaan signal ini. Kita berharap isu ini juga akan dibahas secara serius dalam ASEAN Summit dan dapat mendatangkan keuntungan bagi ekonomi NTT,” kata Wagub.

Mantan anggota DPR RI dua periode itu juga menekankan tentang kekayaan Energi Baru Terbarukan yang ada di NTT. Isu ketahanan dan keberlanjutan energi menjadi isu penting lainnya dalam ASEAN Summit 2023.

“Kita sedang dalan proses pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dengan daya yang besar di Sumba. Kita juga masih punya panas bumi , angin, arus laut dan air sebagai sumber energi listrik,” kata Wagub JNS.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, Donny H. Heatubun, menegaskan komitmen BI untuk mendukung Labuan Bajo sebagai tempat penyelenggaran ASEAN Summit 2023.

“Kita terus berkomitmen untuk melakukan pembinaan UMKM. Kita menyiapkan ekosistem bagi teman-teman UMKM sehingga pada saatnya mendukung penyelenggaraan ASEAN Summit,” ujar Donny.

Donny Heatubun juga memaparkan perkembangan perekonomian NTT secara umum pada Tahun 2022 dan proyeksi pertumbuhannya di tahun 2023. Doni menjelaskan, pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan IV Tahun 2022 adalah sebesar 3,45 persen, lebih rendah dari nasional yang tumbuh di angka 5,02 persen.

“Secara tahunan pertumbuhan ekonomi NTT pada tahun 2022 sebesar 3,05 persen, lebih tinggi dari tahun 2021 yang hanya tumbuh 2,52 persen. Realisasi belanja Pemerintah menjadi salah satu penopang perekonomian NTT tahun 2022. Inflasi pada triwulan IV tahun 2022 adalah sebesar 6,65 persen, lebih tinggi dari inflasi nasional yang sebesar 5,51 persen. Inflasi gabungan tahunan 2022 juga lebih tinggi dari tahun 2021. Tekanan inflasi ini menurun pada Februari 2023 ke angka 5,41 persen. Apresiasi kepada seluruh TPID baik provinsi maupun kabupaten/kota yang telah bekerja keras untuk ini. Khusus di bulan Februari, tingkat inflasi NTT, berada di bawah inflasi nasional. Pertumbuhan ekonomi NTT tahun 2023 diproyeksikan tumbuh di sekitar 3,4 sampai dengan 4,8 persen. Sementara tekanan inflasi diproyeksikan melandai dengan inflasi tahunan sesuai sasaran yakni 3 plus-minus 1,”pungkas Donny.

Dalam kesempatan tersebut Wagub, Anggota DPR Komis XI, Kepala Perwakilan BI NTT dan Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda NTT melakukan pemukulan Bedug pencanangan Serambi (Semarak Rupia Ramadan dan Berkah Idul Fitri).

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Pimpinan Perangkat Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan Kota Kupang, insan pers dan undangan lainnya. (sipers adpim)

Komentar ANDA?