Hakim Tunggu Berkas Jubilate Piter Pandango

0
233

KUPANG. NTTsatu.com – Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang menyatakan siap menunggu berkas kasus dugaan korupsi pengadaan 158 unit sepeda motor tahun 2012 lalu senilai Rp 3, 2 milyar yang melibatkankan Bupati Sumba Barat Non ktif, Jubilate Pieter Pandango.

Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Klas I A Kupang, Abdul Siboro, SH, MH kepada wartawan, Selasa (25/8) mengatakan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang saat ini hanya menunggu pelimpahan kembali berkas perkara itu dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Waikabubak.

Dijelaskan Siboro, dalam kasus itu terdakwa saat ini sedang mengalami sakit yang menurut dokter adalah permanen. Dengan dasar itulah majelis hakim tidak berani menyidangkan perkara tersebut jika terdakwa dalam keadaan sakit.

“Kami tidak bisa sidangkan orang yang sedang sakit. Karena itu hakim sudah langgar kode etik. Jika hakim tetap periksa maka kami langgar kode etik. Jadi kami hanya tunggu saja kapan dilimpahkan kembali kasusnya kita sidang lagi, ” kata Siboro.

Soal sakit dari terdakwa, lanjt Siboro, majelis hakim tidak bisa mengambil lebih jauh lagi. Majelis hakim hanya melihat kondisi yang sebenarnya terjadi dengan mengambil sikap mengembalikan berkas bukan menghentikan atau membebaskan terdakwa dari kasus itu namun ditunda untuk sementara saja karena terdakwa sedang sakit.

“Saya tegaskan bahwa kasusnya tidak dihentikan atau terdakwa dibebaskan dari kasus itu. Hanya dihentikans ementara jadi terdakwanya sembuh JPU limpahkan berkas kita sidang lagi, ” tegas Siboro.

Untuk diketahui, tersangka terlibat korupsi dalam proyek pengadaan sepeda motor dan mobil Senilai Rp 3,2 miliar.

Jubilate Pieter Pandango diduga berperan aktif selaku kuasa pengguna anggaran terhadap proyek pengadaan kendaraan untuk Setda Sumba Barat dengan mengeluarkan memo terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

Tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 undang-undang tindak pidana korupsi dengan ancaman minimal 6 tahun penjara. Dalam kasus ini, sudah empat orang terdakwa disidangkan di Pengadilan Negeri Kupang. Empat terpidana itu yakni, satu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan 3 orang lainnya selaku kontraktor.

Kasus ini bermula pada tahun 2012 silam, tersangka Jubilate Pieter Pandango diduga mengambil kebijakan tanpa meminta persetujuan DPRD Sumba Barat dalam pengadaan 158 unit sepeda motor dan kendaraan roda empat.

Jubilate diduga membuat catatan disposisi yang berisi penunjukan langsung kegiatan itu kepada Fandy Tjiang selaku pemilik PT Surya Baru Sejahtera. Atas perintah dan hasil konsultasi dengan bupati, pada Januari 2012, Maxi Nangge selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) membuat rencana umum pengadaan barang dan jasa.(dem/bp)

Komentar ANDA?